Apa Itu Protokol Jaringan dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Tahukah Anda bahwa dalam sebuah jaringan, terdapat protokol jaringan yang memegang peran penting dalam proses pertukaran informasi antar komputer. Fungsi protokol jaringan adalah menghubungkan antar pengirim dan penerima sehingga lancar dan akurat dalam bertukar informasi.

Catatan: Yakin jaringan internet anda efektif dan aman? Semua yang anda butuhkan untuk meningkatkan produktivitas, mitigasi resiko, dan kinerja jaringan yang efisien dapat segera terwujud dengan jasa Network Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tanpa adanya protokol jaringan, proses hubungan antar komputer tidak akan bisa terjadi dan data tidak dapat diakses dengan baik. Teknologi protokol jaringan dapat diterapkan pada perangkat lunak, perangkat keras atau kombinasi dari keduanya.

Mengingat pentingnya peran protokol jaringan, pasti membuat Anda penasaran dan ingin mengetahui apa itu protokol jaringan? Nah, pada artikel ini kami akan membahas apa saja yang perlu Anda ketahui mengenai protokol jaringan. Mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, hingga jenis-jenisnya.Jadi, langsung saja simak pembahasannya di bawah ini!

Apa itu Protokol Jaringan?

Dilansir dari lama techtaret, apa yang dimaksud dengan protokol jaringan adalah perangkat sistem yang mengatur dan menentukan cara memformat, mengirim, dan menerima data, sehingga perangkat jaringan komputer dapat berkomunikasi, terlepas dari perbedaan infrastruktur, desain, atau standar yang mendasarinya.

Jadi secara sederhana, protokol jaringan merupakan sistem yang mengatur komunikasi, hubungan, dan perpindahan data yang ada pada sebuah komputer dan jaringan. Sistem ini lah yang menentukan aturan-aturan yang perlu ditaati oleh perangkat pengirim dan juga penerima agar hubungan jaringan berlangsung dengan baik.

Komputer dan perangkat lain tidak akan dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa menggunakan protokol jaringan. Akibatnya, hanya sedikit jaringan yang dapat berfungsi, kecuali jaringan khusus yang dibangun dengan arsitektur tertentu, tapi jaringan internet seperti yang kita kenal tidak akan ada. Hampir semua perangkat akhir pada jaringan mengandalkan protokol jaringan untuk konektivitas.

Pada awalnya, protokol jaringan hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa node saja. Namun seiring dengan perkembangan internet, munculah beberapa jenis protokol yang berbeda.

Nah, untuk menghindari terjadinya ketidakcocokan antara jenis protokol jaringan yang berbeda munculah sebuah standarisasi protokol yang disebut Open System Interconnection (OSI). Sehingga OSI dapat berperan sebagai konsep dasar dan preferensi teori cara protokol jaringan bekerja. Untuk saat ini, TCP/IP adalah standar protokol yang sering digunakan dan diterima secara umum.

Contoh protokol jaringan adalah ketika Anda mencoba mengirimkan email. Email dalam komputer bisa disebut dengan sebuah data. Sehingga email yang dikirimkan pada seseorang dari komputer satu ke komputer lain merupakan pengiriman data.

Jadi ketika Anda mengirimkan email, pasti email tersebut akan melewati beberapa protokol jaringan. Dan semua protokol harus dilalui agar email tersebut bisa terkirim dan diterima komputer lain pada jaringan yang sama atau berbeda.

Bagaimana cara kerja protokol jaringan?

Protokol jaringan mengambil proses skala besar dan memecahnya menjadi tugas atau fungsi kecil dan spesifik. Ini terjadi di setiap tingkat jaringan, dan setiap fungsi harus bekerja sama untuk dapat menyelesaikan tugas nya.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Jaringan Komputer

Dalam model Open System Interconnection (OSI) satu atau lebih protokol jaringan mengatur aktivitas di setiap lapisan dalam pertukaran komunikasi. Lapisan bawah berurusan dengan transportasi data, sedangkan lapisan atas dalam model OSI berurusan dengan perangkat lunak dan aplikasi.

Satu set protokol jaringan yang bekerja sama disebut dengan suite protokol. Rangkaian Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), yang biasanya digunakan dalam model client-server, dapat mencakup banyak protokol lintas lapisan. Seperti data, jaringan, transportasi, dan lapisan aplikasi yang bekerja sama untuk memungkinkan konektivitas internet.

Setiap paket yang dikirim dan diterima melalui jaringan berisi data biner. Sebagian besar protokol jaringan akan menambahkan header di awal setiap paket untuk menyimpan informasi tentang pengirim dan tujuan akhir. Beberapa protokol juga dapat menyertakan footer di akhir pengiriman dengan informasi tambahan. Protokol jaringan memproses header dan footer ini sebagai bagian dari data yang berpindah antar perangkat untuk mengidentifikasi data yang dikirim. Protokol jaringan dikembangkan, ditentukan, dan diterbitkan oleh Kelompok-kelompok industri berikut ini;

  • The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)
  • The Internet Engineering Task Force (IETF)
  • The International Organization for Standardization (ISO)
  • The International Telecommunications Union (ITU)
  • The World Wide Web Consortium (W3C)

Apa saja fungsi dari protokol jaringan?

Protokol jaringan memegang peran yang cukup vital dalam perpindahan data pada jaringan. Namun selain itu terdapat beberapa fungsi lainya yang dimiliki protokol, berikut penjelasanya;

1. Addressing

Header IP paket mengandung alamat yang memberikan identifikasi ke komputer pengirim dan penerima. Router menggunakan informasi ini untuk menuntun setiap paket melewati network komunikasi dan menghubungkan antara komputer pengirim dan penerima.

2. Reassembly

Protokol jaringan berperan memecah data yang terkirim menjadi beberapa paket yang berbeda.  Hal ini dikarenakan sebagian besar pesan terlalu besar untuk dimasukan ke dalam satu paket. Dengan fungsi reassembly paket data yang terpecah-pecah dan tidak terurut ini akan disusun ulang dan diurutkan saat tiba di jaringan penerima.

3. Timeouts

Setiap IP paket mengandung self-destructive counter yang membatasi umur dari paket. Jadi dengan fungsi ini, jika paket sudah kadaluarsa maka paket akan dihancurkan. Sehingga jaringan internet tidak mengalami overloaded dengan paket yang rusak.

4. Flow Control

Protokol jaringan juga berfungsi untuk mengatur perjalanan data dari transmitter dan receiver satu-persatu untuk membantu membatasi jumlah data yang terkirim. Nah dengan flow control dapat menentukan proses transfer informasi antara pengirim dan penerima serta mengaktifkan dan menonaktifkan transmisi informasi.

5. Error Control

Fungsi dari protokol ini untuk mengatasi segala masalah yang terjadi ketika sedang berlangsungnya transfer data secara real time. Dan akan dilakukan “error control” di seluruh protokol hingga ditemukan pusat kesalahannya untuk kemudian diperbaiki.

6. Encapsulation

Encapsulation merupakan proses transmisi dengan memanfaatkan suatu protokol jaringan yang selanjutnya akan dikemas pada protokol lainnya. Encapsulation memiliki lima tahapan layering. Mulai dari layer utama (persiapan data), dilanjutkan dengan layer transport, layer network, layer data ink dan terakhir adalah layer physical.

Secara sederhana, encapsulation bekerja sebagai pelengkap informasi yang ditransfer bersamaan dengan alamat dan kode koreksi. Alamat yang digunakan adalah alamat pengirim maupun penerima pesan.

6 Jenis protokol jaringan

Begitu banyak jaringan komputer yang ada di dunia saat ini, pastinya terdapat beberapa jenis protokol jaringan yang tersedia. Berikut beberapa jenis protokol jaringan yang tersedia;

1. Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)

Jenis protokol satu ini merupakan standar dari komunikasi data yang dipakai oleh komunitas internet. Standar ini mengatur dalam proses transfer data atau informasi dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet. Berikut adalah beberapa jenis protokol TCP (Transmission Control Protocol):

  1. TCP (Transmission Control Protocol): Protokol yang paling umum digunakan dalam jaringan komputer dan internet. Bertanggung jawab untuk pengiriman dan penerimaan data yang andal dan terurut.
  2. TCP Fast Open: Varian dari TCP yang memungkinkan koneksi lebih cepat dengan mengirimkan beberapa data awal dalam permintaan koneksi.
  3. TCP SACK (Selective Acknowledgment): Mekanisme yang memungkinkan penerima untuk memberi tahu pengirim tentang paket-paket yang telah diterima dengan sukses.
  4. TCP Window Scaling: Digunakan untuk meningkatkan kinerja TCP pada jaringan dengan latensi atau bandwidth tinggi.
  5. TCP Congestion Control: Mekanisme untuk menghindari terjadinya kemacetan pada jaringan.
  6. TCP Timeouts and Retransmissions: Menggunakan mekanisme timeouts dan retransmissions untuk menangani paket-paket yang hilang atau terlambat.

2. User Datagram Protocol (UDP)

Jenis protokol ini adalah transport TCP/IP yang dapat mendukung komunikasi yang unreliable, tanpa adanya koneksi antar host di dalam jaringan TCP/IP. UDP juga terkenal sebagai protokol yang tidak beraturan.

3. SSH (Secure Shell)

SSH (Secure Shell) adalah sebuah protokol jaringan yang yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol sebuah perangkat dari jarak jauh melalui koneksi internet. Dengan SSH, pengguna dapat mengakses dan memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam perangkat penerima secara remote dengan aman.

4. OSI Layer

OSI Layer merupakan standar komunikasi yang diterapkan untuk jaringan komputer. Standar ini digunakan untuk menentukan aturan sehingga seluruh alat komunikasi bisa saling terkoneksi melalui jaringan internet dan dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. OSI Layer secara konseptual terbagi ke dalam tujuh lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki tugas yang spesifik.

7 lapisan OSI Layer adalah sebagai berikut:

  •  Application Layer
  •  Presentation Layer
  • Session Layer
  • Transport Layer
  • DataLink Layer
  • Physical Layer

5. File Transfer Protocol

Jenis protokol ini memungkinkan pengguna dapat mengirim file dari client menuju server atau sebaliknya. Karena pengguna dapat melakukan transfer dari kedua arah, maka protokol ini dapat berupa FTP, sFTP (secure file transfer protocol), atau TFTP (trivial transfer protocol).

6. HTTP atau HTTPS

Hypertext Transfer Protocol merupakan salah satu kebijakan komputerisasi yang dibuat dan dikembangkan oleh WWW. HTTP adalah sebuah protokol jaringan yang mengatur komunikasi dan transfer data antar client (web browser) dan server.

Sedangkan HTTPS merupakan versi yang lebih aman dari versi HTTP. Hal ini karena HTTPS mendapatkan dua lapis enkripsi dari Socket Secure Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS).

Baca Juga: Pengertian Network Assessment

Protokol Internet (IP)

Internet bekerja dengan protokol komunikasi yang disebut “Internet Protocol” atau disingkat sebagai “IP.” Protokol Internet (IP) adalah protokol yang digunakan untuk mengatur format data yang dikirim melalui jaringan internet atau jaringan komputer lainnya. IP memungkinkan perangkat komputer untuk berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan alamat IP yang unik untuk mengidentifikasi setiap perangkat dalam jaringan.

Protokol Internet (IP) mendefinisikan cara data dikemas dan ditandai dengan alamat IP sumber dan tujuan sehingga dapat dikirimkan ke perangkat yang tepat melalui jaringan. Dengan bantuan protokol IP, data dapat dipecah menjadi paket-paket kecil yang dapat diteruskan melalui berbagai jaringan dan perangkat sebelum mencapai tujuan akhirnya.

Selain protokol IP, Internet juga menggunakan berbagai protokol lainnya seperti TCP (Transmission Control Protocol) yang berfungsi untuk mengatur pengiriman dan penerimaan data secara andal, serta HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang digunakan untuk mengakses dan menerima konten web seperti halaman web, gambar, dan video. Kombinasi dari berbagai protokol ini memungkinkan internet berfungsi sebagai jaringan global yang besar dan menghubungkan jutaan perangkat di seluruh dunia.

Protokol internet yang umum digunakan untuk transfer data adalah HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan FTP (File Transfer Protocol).

  1. HTTP (Hypertext Transfer Protocol): HTTP adalah protokol yang paling umum digunakan untuk mengakses dan mentransfer data di World Wide Web (WWW). Ketika Anda mengakses situs web melalui peramban web, peramban akan menggunakan protokol HTTP untuk mengirim permintaan ke server web dan menerima balasan berupa halaman web atau konten lainnya.
  2. FTP (File Transfer Protocol): FTP adalah protokol yang dirancang khusus untuk mentransfer file antara perangkat komputer dalam jaringan. FTP memungkinkan pengguna untuk mengunggah (upload) atau mengunduh (download) file dari server ke perangkat pengguna atau sebaliknya. Protokol ini sering digunakan oleh administrator sistem atau pengembang web untuk mentransfer file besar atau mengelola konten di server.

Kedua protokol ini sangat penting dalam transfer data di internet dan melayani berbagai keperluan, seperti mengakses situs web, mengunduh file, atau mentransfer data di antara perangkat dalam jaringan.

Penutup

Protokol jaringan adalah aturan yang memudahkan untuk berinteraksi dengan sistem yang lain, dengan adanya protokol jaringan memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data. Jika tidak ada standar protokol jaringan yang digunakan, maka proses pengiriman dan penerimaan suatu data akan sulit bahkan mustahil untuk dilakukan. Selain itu protokol jaringan akan selalu digunakan terutama ketika Anda ingin bertukar informasi antar komputer dan jaringan internet.

Hal inilah yang membuat protokol jaringan menjadi hal penting untuk diketahui. Sekian pembahasan dari kami, semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dalam dunia teknologi, dan nantikan artikel kami selanjutnya.

Promo Wifi Assessment

Suka Artikel Ini?

Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik mengenai Network, ayo bergabung di Newsletter Edavos.

3 thoughts on “Protokol Jaringan: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan 6 Jenisnya”

Comments are closed.