Firewall; Pengertian, Fungsi, dan 7 Jenisnya

Berbagai serangan ransomware dan kebocoran data dalam beberapa tahun terakhir banyak memanfaatkan sistem yang tidak memiliki perlindungan jaringan yang memadai.

Itulah mengapa dalam keamanan jaringan kantor, pembahasan tentang apa itu firewall menjadi sangat penting. Pasalnya, hampir semua aktivitas bisnis kini terhubung dengan internet.

Catatan: Yakin jaringan internet anda efektif dan aman? Semua yang anda butuhkan untuk meningkatkan produktivitas, mitigasi resiko, dan kinerja jaringan yang efisien dapat segera terwujud dengan jasa Network Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tanpa pengaturan keamanan yang tepat, jaringan perusahaan lebih mudah menerima risiko serangan siber yang dapat mengganggu operasional.

Apa Itu Firewall pada Wi-Fi?

Firewall adalah garis pertahanan pertama yang memantau lalu lintas jaringan masuk/keluar dan memutuskan untuk mengizinkan atau memblokir berdasarkan aturan keamanan tertentu.

Tujuan firewall adalah membentuk tembok pemisah antara jaringan internal yang dipercaya dengan jaringan eksternal yang tidak dipercaya (misalnya internet).

Melalui firewall inilah Anda bisa mengatur data, informasi, dan kegiatan apa saja yang boleh lalu lalang dari jaringan internet ke perangkat pengguna, begitu pula sebaliknya. Selain itu, firewall merupakan bagian integral dari framework keamanan komprehensif untuk jaringan yang Anda gunakan.

apa itu firewall pada wifi

Berikut beberapa lokasi umum di mana firewall biasa ditempatkan untuk mengamankan lalu lintas data:

  • Perimeter jaringan,
  • Data center,
  • Server farm,
  • Jaringan rumah,
  • Lingkungan pemerintah atau organisasi,
  • Wi-Fi publik.

Baca Juga: Keamanan Wi-Fi Kantor Lemah, Penyebab dan Solusi Terbaiknya 

Bagaimana Cara Firewall Memfilter Traffic?

Cara kerja firewall

Cara kerja firewall menggunakan aturan yang menentukan traffic mana yang boleh lewat, terbatas, dan tidak boleh sama sekali. 

Berikut alurnya:

1. Memeriksa Traffic Masuk dan Keluar

Pertama, firewall akan memonitor traffic dua arah, yakni dari luar ke dalam (ingress) dan dari dalam ke luar (egress). 

Setiap koneksi yang melewati firewall akan diperiksa sumber, tujuan, serta konteksnya terlebih dahulu. Jika ada percobaan akses dari alamat IP mencurigakan atau menuju port yang tidak biasa, firewall dapat segera memblokirnya. 

2. Menggunakan Rule atau Policy Keamanan

Kekuatan firewall terletak pada aturan (rule) yang Anda terapkan. Aturan ini dapat berupa whitelist atau blacklist terhadap IP, domain, maupun aplikasi tertentu. 

Misalnya, Anda bisa membuat aturan yang hanya mengizinkan akses ke aplikasi cloud tertentu, seperti Microsoft 365 atau Zoom, dan memblokir semua media sosial selama jam kerja. 

3. Memfilter Berdasarkan IP, Port, Protocol, dan Aplikasi

Selanjutnya, firewall akan menyaring traffic pada beberapa level OSI (Open Systems Interconnection).

Apa itu firewall level? Secara sederhana, ini merujuk pada tingkat kedalaman analisis traffic

Umumnya, firewall bekerja di lapisan 3, 4, dan 7: 

  1. Firewall tradisional Level 3 hanya menyaring parameter paket header seperti alamat IP dan port di lapisan jaringan.
  2. Kemudian ada firewall Level 4 yang dapat memantau status koneksi (TCP/UDP) sehingga bisa tahu apakah sebuah koneksi sah atau tidak.
  3. Ada pula firewall Level 7 yang mampu melakukan inspeksi mendalam hingga melihat isi konten dalam aplikasi spesifik, terlepas dari port-nya. 
apa itu firewall level

Soal kemampuan filter, Next-Generation Firewall (NGFW) menggabungkan penyaringan lapisan 3–7 dengan penambahan fitur-fitur seperti IPS, DPI, threat intelligence, dll.

4. Mencatat Aktivitas untuk Monitoring

Terakhir, setiap keputusan yang diambil firewall akan tercatat di dalam log. Di sini, Anda dapat memantau metrik seperti jumlah percobaan login gagal, traffic anomali, atau pola serangan DDoS. 

Apa Saja Fungsi Firewall?

fungsi firewall

Secara umum, berikut beberapa fungsi utama firewall untuk melindungi perangkat di dalam jaringan dari bahaya eksternal:

1. Mencegah Email Spam dan Phishing

Apakah Anda pernah mendapat pesan misterius yang mengatakan komputer Anda dalam bahaya secara berulang?

Jika pernah, kemungkinan besar firewall di komputer Anda belum terinstal dengan baik. Biasanya pesan spam seperti di atas muncul pada komputer dengan sistem operasi Windows.

2. Menyaring Konten yang Tidak Diinginkan

Selain memblokir pesan spam yang mengandung virus, firewall juga dapat menyaring situs atau konten dari alamat spesifik. 

Anda dapat mengatur secara manual konten-konten macam apa yang tidak boleh diakses oleh orang-orang di dalam jaringan.

3. Melindungi Data dari Hacker

Dengan firewall, hacker dan pengguna asing tidak memiliki akses ke data yang Anda miliki. Di sisi lain, apabila tidak ada firewall pada perangkat Anda, peluang terjadinya pencurian data akan meningkat.

4. Memantau Penggunaan Bandwidth

Ternyata firewall tidak hanya berfungsi untuk memastikan keamanan jaringan komputer saja. Akan tetapi, ini juga dapat Anda gunakan untuk memonitor dan membatasi bandwidth.

Sebagai contoh, Anda bisa menetapkan batasan untuk konten hiburan, gambar, dan musik. Sementara bandwidth lebih besar dialokasikan untuk konten-konten yang lebih penting untuk menunjang pekerjaan.

5. Mendukung Akses Layanan VPN

Terakhir, firewall juga memfasilitasi koneksi VPN. Dengan layanan yang sama, Anda bisa mengakses konten atau website yang semula terblokir. Hal ini tentunya membantu meningkatkan produktivitas, kolaborasi, serta data sharing.

Jenis-Jenis Firewall yang Umum Digunakan

jenis-jenis firewall

Bentuk firewall bukan cuma perangkat fisik. Berdasarkan metode delivery-nya, perangkat ini terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:

Hardware Firewall

Salah satu contoh firewall fisik, yaitu Cisco Secure Firewall. Ini merupakan appliance fisik yang melindungi jaringan internal dari internet. 

Keunggulannya menawarkan performa tinggi, tidak membebani resource, latensi rendah, dan kemudahan manajemen terpusat. Sangat cocok untuk kantor dengan puluhan hingga ribuan pengguna.

Software Firewall

Kemudian ada firewall berbentuk software yang terinstal pada server atau perangkat user endpoint

Baca Juga: Apa Itu Endpoint Security & Bagaimana Cara Kerjanya?

Jenis kedua ini bisa Anda pasang di tiap workstation atau server. Cocok untuk perusahaan dengan infrastruktur cloud dan kebijakan BYOD karena murah,  mudah, serta memberikan proteksi per perangkat. Contohnya adalah Windows Defender Firewall atau iptables di Linux. 

Meskipun fleksibel, pengelolaan di banyak titik menjadi tantangan tersendiri.

Cloud Firewall

Cisco Umbrella

Selain itu, saat ini juga sedang ngetren cloud firewall (Firewall-as-a-Service). Anda tidak membutuhkan hardware maupun software lagi karena dasbor manajemennya berbasis web.

Jenis firewall ini melindungi aset digital di mana pun. Jadi, sangat ideal jika bisnis Anda mengandalkan aplikasi SaaS, memiliki banyak cabang, atau menerapkan sistem kerja hybrid

Jika tertarik, Edavos menyediakan pemasangan cloud firewall dari Cisco Umbrella yang sangat scalable dan integrasinya mudah.

Pentingnya Peran Karyawan

Ada satu istilah baru yang populer beberapa tahun belakangan. Rob May pada salah satu episode TED Talks menyebutnya sebagai human firewall, yang mencakup seluruh karyawan dalam organisasi. Fungsi utamanya sebagai lapisan perlindungan manusia melalui edukasi, kesadaran, dan pelatihan.

Banyak perusahaan menginvestasikan dana besar untuk hardware/software firewall. Namun, risiko terbesarnya justru dari manusia itu sendiri.

Keamanan siber adalah tanggung jawab semua orang, bukan hanya departemen IT. Kesadaran ini harus ada dari manajemen puncak hingga tingkat paling bawah. – Rob May

Contoh Insiden yang Menunjukkan Mengapa Firewall Penting

insiden ransomware pusat data nasional

Lebih dari 40 lembaga pemerintah Indonesia terkena dampak serangan ransomware yang menargetkan pusat data nasional pada 2024. Serangan ini menyebabkan gangguan layanan publik, termasuk akses ke sistem administrasi dan layanan digital.

Tidak adanya firewall membuat serangan meluas. Dampaknya, beberapa layanan publik terputus atau mengalami keterlambatan. Pemerintah menyebut serangan tersebut sebagai insiden serius yang menyoroti kelemahan keamanan siber di infrastruktur nasional.

Geng ransomware umumnya memang tidak langsung menjebol server utama. Mereka masuk lewat teknik phishing atau social engineering. Jadi, organisasi sebenarnya bisa mencegah kejadian tersebut dengan firewall.

Baca Juga: 5 Jenis Ransomware yang Perlu Anda Waspadai

Dalam konteks ransomware, firewall membantu membatasi akses tidak sah, memfilter traffic mencurigakan, dan mendukung segmentasi agar serangan tidak mudah menyebar. 

Namun, teknologi firewall terbaik sekalipun bisa gagal jika seorang karyawan yang memiliki hak akses penuh melakukan kesalahan. Itulah kenapa human firewall juga memegang peranan penting.

Perkuat Keamanan Jaringan dengan Solusi Edavos

Memahami apa itu firewall hanya langkah awal untuk mulai membangun jaringan perusahaan yang lebih aman. 

Sebagai lanjutannya, Anda dapat melakukan asesmen internal dengan memeriksa rule, memastikan firmware tetap up-to-date, serta mengaktifkan notifikasi real-time. Namun, untuk hasil optimal, percayakan pada ahlinya. 

Edavos sebagai mitra IT tepercaya di Indonesia menawarkan layanan network assessment menyeluruh. Kami akan menganalisis postur keamanan jaringan Anda, mengaudit firewall yang ada, serta memberikan rekomendasi perbaikan terbaik. Hubungi Edavos hari ini untuk konsultasi gratis!

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.