IP Address: Pengertian, Fungsi, & Jenisnya

Anda senang berselancar di internet? Salah satu alasan internet sangat digemari saat ini karena memudahkan kita untuk mencari informasi tanpa harus berpergian, cukup dengan menggunakan search engine melalui internet kita sudah bisa mencari berbagai informasi yang sedang kita butuhkan dalam hitungan detik.

Saat berselancar di internet anda pasti menggunakan perangkat seperti laptop, PC, smartphone, dsb. Tahukah anda bahwa semua perangkat tersebut memiliki IP addressnya sendiri. Penasaran? Tenang, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui tentang apa itu IP address, fungsi, hingga jenis-jenisnya.

Apa itu IP Address?

IP Addres

Dikutip dari laman tempo menurut vendor keamanan jaringan yang berbasis di Seattle, Washington, WatchGuard Technologies, IP Address adalah seperangkat aturan untuk mengatur format data yang dikirim melalui internet atau jaringan lokal.

Sementara itu, laboratorium penyedia keamanan siber dan anti-virus multinasional Rusia, Kaspersky Lab, menyebutkan IP Address adalah pengidentifikasi yang memungkinkan informasi dikirim antar perangkat di jaringan. Alamat tersebut berisi informasi lokasi yang membuat perangkat dapat diakses untuk komunikasi sehingga dianggap penting.

Jadi pengertian IP Address yang merupakan singkatan dari internet protocol address adalah barisan angka yang dimiliki setiap device seperti komputer, ponsel, atau gawai “pintar lainnya yang terhubung melalui jaringan internet maupun jaringan lokal.

Lalu sekarang pertanyaanya, “kok bisa mengakses internet dengan deretan angka-angka tersebut?” Jawabanya gampang saja, pada dasarnya setiap web yang Anda kunjungi di internet memiliki IP Addressnya tersendiri, contohnya saja google yang memiliki IP Address 74.125.224.72.

Jadi disaat Anda mengakses sebuah situs, terjadi pertukaran data-data antara situs tersebut dengan device yang Anda gunakan. Sehingga proses itu terjadi berkat adanya IP Address yang menghubungkan device ke jaringan internet.

Apa fungsi dari IP Address?

Setelah Anda mengetahui dari apa itu IP Address, sekarang kita lanjut ke pembahasan dari fungsi IP Address. Seperti yang sudah dijelaskan dari definisinya IP Address berfungsi untuk menghubungkan device ke jaringan internet. Namun ternyata kalo kita lihat lebih dalam terdapat dua fungsi lainya yang dimiliki IP Addres, diantaranya:

  • IP Address sebagai identitas alamat perangkat. Fungsi ini sebagai identitas alamat setiap perangkat jaringan yang akan melakukan komunikasi antar perangkat di internet. Sehingga ketika Anda sedang mengakses sebuah situs di internet pemilik situs dapat mengetahui semua IP address yang mengakses situsnya.
  • IP Address sebagai pengirim data ke perangkat. Fungsi ini sebagai alamat pengiriman data ke perangkat. Maksudnya, ketika Anda sedang singgah di sebuah situs, sebenarnya sedang terjadi proses pengunduhan yang dilakukan oleh perangkat terhadap data yang dikirim dari situs yang Anda kunjungi. Nah proses ini terjadi karena berkat adanya IP Address.

Baca Juga: Mengenal Firewall, Fungsi, dan Jenisnya

8 Jenis IP Address

Selanjutnya kita akan membahas jenis-jenis dari IP Address. IP Address terbagi menjadi dua versi yaitu IPv4 dan IPv6. Kemudian, jenis IP address berdasarkan konsumen dibagi ke dalam empat jenis, yaitu privat, publik, dinamis, dan statis. Selain itu, terdapat juga dua jenis IP address website, yaitu shared (bersama) dan dedicated (khusus). Berikut penjelasan masing-masing dari jenis IP Address.

1. IPv4

IPv4 merupakan singkatan dari Internet Protocol version 4. IPv4 versi dari IP Address yang paling banyak digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255.

Contoh dari alamat IPv4 seperti berikut:

  • 169.89.131.246
  • 192.0. 2.146
  •  01.102.103.104

Versi IPv4 ini sudah digunakan sejak internet pertama kali mulai digunakan secara komersial. Oleh karena itu saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah.

2. IPv6

IPv6 merupakan versi dari IP Address yang lebih baru dari IPv4. Versi ini dibuat untuk menggantikan versi IPv4 yang variasinya mulai menipis. Struktur IPv6 terdiri dari kombinasi angka dan huruf yang memiliki Panjang mencapai 128 bit. Ini artinya, terdapat sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi untuk masalah autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data tidak perlu dikhawatirkan.

Berikut adalah contoh dari IPv6:

  • 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
  • 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF

3. IP Privat

IP private adalah jenis IP Address yang digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal, misalnya melalui jaringan misalnya melalui jaringan LAN. Di setiap jaringan lokal, tiap perangkat tetap memiliki alamat IP Privat nya tersendiri. Alamat IP Privat inilah yang memungkinkan setiap perangkat dapat tetap berkomunikasi satu dengan yang lainnya dalam lingkup lokal. Untuk jenis IP Address ini tidak bisa digunakan untuk jaringan internet.

4. IP Publik

IP public merupakan jenis IP Address yang digunakan untuk berkomunikasi di luar jaringan lokal. Sehingga pengguna IP Publik dapat mengakses internet, karena pada jenis alamat IP inilah yang menghubungkan perangkat Anda ke jaringan internet. Untuk bisa mendapatkan IP publik melalui penyedia provider internet atau ISP (Internet Service Provider) yang digunakan.

5. IP Dinamis

Alamat IP dinamis adalah jenis IP Address yang biasanya digunakan untuk umum, tapi memiliki sifat yang berubah-ubah. Hal ini dikarenakan adanya alasan keamanan oleh penyedia layanan internet kepada pelanggannya.

Karena sifatnya yang berubah-ubah dimaksudkan untuk mempersulit para hacker dalam mengakses antarmuka jaringan. IP dinamis dapat berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau tahun. Atau setiap kali perangkat baru ditambahkan ke jaringan, saat konfigurasi jaringan berubah, bahkan disaat perangkat (router) direstart pun akan berubah.

6. IP Statis

Alamat IP statis adalah kebalikan dari jenis IP dinamis, dimana sifatnya tidak akan berubah-ubah. Rangkaian angka yang tetap membuat jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada data administrasi jaringan.

IP statis tidak digunakan untuk umum, namun biasanya digunakan oleh penyedia server, web hosting, virtual private network (VPN), server file transfer protocol (FTP), ataupun lembaga penting yang sangat bergantung pada layanannya.

Untuk menggunakan IP statis Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk dapat menggunakanya.

Baca Juga: Pengertian Network Assessment

7. Shared IP

Shared IP adalah jenis IP Address yang digunakan bersama-sama di antara beberapa nama domain atau server. Jenis IP Address ini ditujukan bagi pengguna yang menggunakan sumber jaringan dan hardware server bersama-sama dengan orang lain.

Karena penggunaannya yang dipakai bersama-sama memudahkan dalam mengatur trafik dan volume agar tetap konsisten. Shared IP biasanya dipakai pada layanan shared hosting, dan biasanya harganya relatif murah.

8. Dedicated IP

Dedicated IP merupakan jenis IP Address yang diperuntukan untuk satu domain saja. Keuntungan dari dedicated IP adalah bisa mendapatkan sertifikat SSL dengan lebih mudah.

Selain itu dengan menggunakan jenis ini reputasi domain pengguna tidak terpengaruhi oleh domain lainnya, dan bebas untuk menjalankan server File Transfer Protocol (FTP). Dedicated IP umumnya digunakan oleh pengguna cloud VPS hosting dan pengguna dedicated hosting.

Penutup

Itu tadi adalah penjelasan mengenai apa itu IP Address, fungsi, dan juga jenis-jenisnya. Ternyata IP Address merupakan salah satu komponen penting agar kita bisa berselancar di internet melalui perangkat yang sedang digunakan. IP Address juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan koneksi remote antar device dengan server. Semoga artikel ini membantu Anda dalam memahami IP Address.

Promo Wifi Assessment

Leave a Comment