Teknologi Wireless Roaming Jamin Koneksi Lebih Stabil

Teknologi wireless roaming kini makin populer di kalangan pengguna internet karena menjamin koneksi tetap stabil meski Anda berpindah-pindah lokasi. Lantas, apa itu wireless roaming, bagaimana cara kerja, serta apa saja masalah yang sering dihadapi dan solusi mengatasinya?

Apa itu Wireless Roaming?

Jika Anda termasuk orang yang punya mobilitas tinggi maka Anda wajib punya perangkat wireless roaming. Yakni, satu proses perpindahan koneksi perangkat wireless – bisa berupa handphone, laptop atau tablet – dari satu akses point (AP) ke AP yang lain. Melalui proses perpindahan tersebut, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan sinyal. Wireless roaming menjamin koneksi tetap stabil. Sebab, tujuan dari perpindahan koneksi perangkat wireless itu sendiri adalah mencari sinyal yang lebih kuat.

Wireless Roaming

Bagaimana cara kerjanya? Dalam sebuah gedung perkantoran biasanya terdapat beberapa AP. Penempatan AP tersebut menjamin sinyal HP Anda tetap stabil meskipun Anda berpindah-pindah di dalam satu gedung tersebut.

Sebagai contoh, saat Anda berada di ruangan kantor, HP Anda akan tersambung dengan AP kantor tersebut. Lalu, karena suatu urusan, Anda harus pindah ke area kantin. Maka, HP Anda otomatis akan mengubah koneksinya ke AP kantin. Umumnya, AP kantor hanya mencakup di seputar kantor saja. Sehingga ketika Anda pindah ke kantin sinyal HP Anda akan melemah atau bisa hilang sama sekali. Dengan teknologi wireless roaming, sinyal HP secara otomatis akan mencari sinyal yang lebih kuat. Ketika HP dibawa ke kantin, misalnya, dia akan membandingkan sinyal AP di kantor dengan AP di kantin.

Mana yang lebih kuat? Bila ternyata sinyal AP kantin lebih kuat maka HP akan memindahkan koneksinya ke AP kantin. Intinya, sinyal  HP Anda secara otomatis menangkap sinyal AP yang paling kuat. Anda pun tidak perlu cemas karena HP tetap mendapat kualitas sinyal terbaik. Itulah alasan mengapa dalam satu gedung perkantoran perlu diberi beberapa AP. Wireless roaming menjamin sinyal wireless bisa menjangkau area yang lebih luas dengan sinyal tetap kuat dan stabil.

Namun, menempatkan AP butuh perhitungan yang cermat. Sebab, penempatan AP yang berlebihan akan membuat sinyal mengalami overlap dan bentrokan. Sebaliknya, kekurangan AP membuat beberapa spot tidak terjangkau sinyal.

Baca Juga: Apa itu wifi dan cara kerjanya

Wireless Roaming dan Masalahnya

Proses wireless roaming ternyata tidak semulus teorinya. Mestinya, sesuai teori, perangkat wireless otomatis akan pindah koneksi ketika mendeteksi sinyal lebih kuat. Dan, kualitas sinyal pun mestinya tetap stabil meski berpindah-pindah tempat. Kenyataannya tidak demikian. Sebab ketika pengguna berpindah tempat, misalnya, dari area AP1 ke area AP2, perangkat pengguna justru koneksinya jelek.

Kenapa hal itu terjadi? Karena perangkat wireless masih nyambung atau terdeteksi ke AP1 meskipun perangkat wireless pengguna sudah berada di area AP2. Kejadian seperti ini dikenal dengan istilah Sticky Client, yang umumnya terjadi di area kantor yang luas dengan banyak AP dan pengguna. Jadi, pemasangan banyak AP tidak menjamin koneksi pengguna lancar karena kesulitan perangkat wireless mendeteksi AP.

Solusi Mengatasi Masalah Wireless Roaming

Saat roaming, perangkat client/endpoint berperan sebagai BOS. Perangkat client lah yang memutuskan apakah akan berpindah koneksi atau tidak berdasarkan Receive Signal Strength Indication (RSSI).

Anda tidak bisa mengatur kemampuan roaming pada perangkat client. Untuk mengatasi hal itu, Anda bisa mengaturnya pada sisi AP. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah sticky client pada wireless roaming.

1. Cek sinyal apakah karena terjadi overlap atau justru sebaliknya masih ada dead spot

Itulah pentingnya ketepatan dalam menempatkan AP – tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Jika Anda memiliki area kantor yang luas, disarankan agar Anda menggunakan AP yang memiliki jangkauan luas ketimbang menggunakan banyak AP namun cakupan sinyalnya terbatas. Jadi, penting Anda terlebih dahulu menentukan jenis AP yang cocok untuk ruangan yang luas.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Performa Wifi Rumah

2. Pada AP gunakan Protokol 802.11k & 802.11v

  • 802.11k : Sebuah perangkat endpoint yang berfungsi membuat list AP di sekitar melalui scanning area. Perangkat ini akan memindahkan AP target dari list jika sinyal melemah.
  • 802.11r : Untuk autentikasi yang lebih tepat, protokol ini menggunakan fitur Fast Basic Service Set Transition (FT).
  • 802.11v : Protokol ini memungkinkan perangkat endpoint dapat meningkatkan informasi di setiap status AP pada jaringan, karena adanya mekanisme saling tukar informasi antar endpoint dan AP.

Namun, protokol ini hanya bisa dijalankan dengan perangkat wireless yang bisa mendukung protokol tersebut. Dengan kombinasi protokol ini, Anda pun dapat meningkatkan pengalaman roaming.

3. Untuk konfigurasi AP lower date rate harus dimatikan

Tujuannya, agar end device dapat berpindah koneksi lebih cepat. Sebab, end device tidak bisa memproses data rate tinggi jika sinyal melemah.

4. Reconnect perangkat wireless

Melakukan reconnect perangkat wireless paling sering dilakukan pengguna karena ini merupakan cara paling mudah. Melakukan disconnect dan reconnect memang dapat menghubungkan kembali perangkat wireless client dengan AP terdekat. Namun, cara ini tentu cukup merepotkan bila harus melakukan reconnect setiap kali ada kendala koneksi.

Kesimpulan

Saat ini, wireless roaming dipilih banyak pengguna karena secara teknis dapat mendukung pergerakan wireless endpoint pada jaringan wireless. Namun, karena proses roaming sangat bergantung pada endpoint, yang mungkin disebabkan oleh driver, OS atau hardware-nya. Termasuk bisa mengakibatkan terjadinya sticky client. Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa metode sehingga wireless roaming dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sebuah aplikasi teknologi selalu ada plus-minus, termasuk dalam penggunaan wireless roaming. Semoga artikel ini dapat membantu para pengguna wireless untuk menambah pengetahuan tentang wireless roaming.

Promo Wifi Assessment

Leave a Comment