7 Jenis Ancaman Firewall yang Bisa Mengganggu Jaringan Kantor

Di kantor Anda mungkin sudah terpasang firewall, tetapi apakah itu terkonfigurasi dengan benar untuk menghalau berbagai jenis ancaman firewall

Jika belum, maka segera lakukan evaluasi. Pasalnya, efektivitas firewall sangat bergantung pada konfigurasi yang tepat serta arsitektur yang mendukung.

Catatan: Anda ingin mendapatkan Gratis Security Assessment eksklusif dari Cisco Umbrella? daftarkan diri anda sekarang! Ingat penawaran ini terbatas hanya untuk 30 pendaftar pertama. Jika anda membutuhkan Solusi IT lainnya, kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

Risikonya bukan hanya malware, tetapi juga lonjakan traffic berbahaya, pencurian data,  hingga gangguan yang membuat operasional kantor terhenti.

Apa Peran Firewall bagi Perusahaan?

penggunaan firewall

Dalam penggunaan firewall yang optimal, perangkat ini bertugas sebagai gerbang kontrol antara jaringan internal tepercaya dan lalu lintas luar yang tidak dikenal.

F5 mendefinisikan tiga peran utama firewall untuk perusahaan, yaitu memantau, menyaring, dan mengontrol lalu lintas data berdasarkan aturan keamanan.

Next-Generation Firewall (NGFW) bahkan mampu melakukan inspeksi mendalam serta menyediakan fitur-fitur keamanan tambahan.

Itulah alasan mengapa jika Anda tidak memasang firewall atau mengonfigurasinya secara salah, infrastruktur jaringan perusahaan menjadi sangat rentan terhadap berbagai ancaman siber. 

Baca Juga: Firewall Cisco: Optimalkan Keamanan Jaringan Perusahaan Anda

7 Jenis Ancaman yang Dapat Dicegah Firewall

jenis ancaman yang dapat dicegah dengan firewall

Meskipun tidak 100% hilang, setidaknya firewall dapat membantu meminimalkan dampak dari ancaman-ancaman berikut:

1. Akses Tidak Sah ke Jaringan Internal

Upaya masuk melalui port terbuka atau layanan remote adalah ancaman paling umum. Misalnya, penyerang memindai port RDP (Remote Desktop Protocol) yang tidak terlindungi. 

Firewall dapat membatasi koneksi hanya ke layanan yang benar-benar dibutuhkan dan menutup port tidak esensial.

2. Malware dan Koneksi ke Server Berbahaya

Kemudian, malware yang sudah menginfeksi perangkat internal sering mencoba berkomunikasi dengan server command-and-control (C2).

cara kerja c2 attack

NGFW dapat mendeteksi dan memblokir traffic mencurigakan tersebut melalui threat intelligence serta inspeksi isi konten. Fitur DNS security seperti Cisco Umbrella juga mampu menghentikan permintaan ke domain berbahaya sehingga mengurangi risiko pencurian data.

3. Serangan DDoS dan Lonjakan Trafik Tidak Normal

Serangan DDoS adalah jenis ancaman firewall yang sering terjadi. Cara kerjanya membanjiri jaringan dengan traffic palsu sampai layanan tak bisa diakses. 

Cloudflare melaporkan jumlah serangan DDoS meningkat 121% sepanjang 2025, dengan rata-rata 5.376 serangan DDoS otomatis dimitigasi setiap jam. 

jenis ancaman firewall yang sering terjadi

Pertanyaannya, sudahkah perusahaan Anda mengantisipasi DDoS ini dengan firewall?

Ya, firewall memiliki kemampuan untuk mendeteksi anomali lonjakan lalu lintas dan menerapkan rate limiting. Namun, untuk serangan berskala besar, Anda juga butuh proteksi tambahan dari ISP atau layanan scrubbing berbasis cloud.

4. Eksploitasi Aplikasi dan Layanan Publik

Web server, VPN, atau aplikasi yang terekspos ke internet rawan menjadi sasaran serangan siber.

Jangan remehkan ancaman ini karena Sophos State of Ransomware 2025 menyebut exploited vulnerabilities sebagai akar penyebab nomor satu ransomware.

Dalam hal ini, firewall bertugas melindungi jaringan dari berbagai layer

Contohnya, serangan seperti SQL injection lebih tepat ditangani oleh Web Application Firewall (WAF). Sementara firewall jaringan membantu membatasi akses ke layanan serta mengontrol traffic menuju port aplikasi.

5. Phishing yang Mengarah ke Situs Berbahaya

Jenis ancaman firewall jaringan selanjutnya adalah phishing. Di antara banyak metode, phishing di era AI konsisten menjadi titik masuk utama

jenis ancaman firewall jaringan

Baca Juga: Email Security: Cegah Phishing, Spoofing, & Ancaman Lainnya

Jika tidak ada firewall, begitu pengguna mengklik tautannya, ia akan langsung masuk ke halaman website palsu yang bisa mengambil informasi kredensial. Akan tetapi, firewall dengan URL filtering atau DNS security bisa mencegah akses ke situs penipuan tersebut.

6. Pergerakan Lateral di Dalam Jaringan

Masih ingat kasus serangan siber Lockbit 3.0 yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2024? Dalam kronologinya, ransomware masuk di tengah malam (17/6/2024) kemudian mulai menyebar ke seluruh jaringan PDNS keesokan harinya.

Baca Juga: Kasus Cyber Crime Terbaru yang Mengguncang Indonesia

Penyebaran ransomware atau malware ini termasuk jenis ancaman firewall pada jaringan perusahaan yang paling sulit terdeteksi tanpa tool khusus. Ketika satu perangkat sudah terinfeksi, penyerang berusaha bergerak ke server, database, atau perangkat lain. 

Dengan segmentasi jaringan, aturan firewall internal, dan implementasi VLAN, pergerakan tersebut sebenarnya dapat dibatasi secara signifikan.

7. Penyalahgunaan Aplikasi dan Traffic Tidak Sesuai Kebijakan

Di antara jenis firewall hardware, software, dan cloud, ada istilah human firewall yang tidak kalah penting.

Fokusnya bukan pada teknologi, melainkan pada perilaku manusia dalam mengenali dan mencegah ancaman. Pasalnya, risiko terbesar juga sering berasal dari orang dalam yang teledor.

Seorang karyawan mungkin menggunakan aplikasi berbasis cloud atau port nonstandar yang melanggar kebijakan kantor. Alhasil, celah keamanan terbuka.

NGFW dengan fitur application control mampu mengidentifikasi dan memblokir aplikasi spesifik dalam kasus seperti itu.

Jenis Ancaman Firewall dan Cara Mencegahnya

jenis ancaman firewall dan cara mencegahnya

Setelah mengenali beberapa jenis ancaman di atas, tabel berikut akan merangkum langkah pencegahan yang dapat Anda terapkan dengan firewall:

AncamanCara Pencegahan
Akses tidak sahTutup port tidak perlu, batasi IP sumber, gunakan MFA
MalwareAktifkan threat prevention, perbarui signature, pantau log
DDoSGunakan rate limiting, proteksi ISP/cloud, monitoring trafik
Eksploitasi aplikasi publikPasang WAF, patch rutin, batasi akses admin
Phishing linkManfaatkan DNS security, URL filtering, edukasi pengguna
Lateral movementTerapkan segmentasi jaringan, VLAN, aturan internal firewall
Traffic tidak sesuai kebijakanGunakan application control, tinjau aturan secara berkala

Sebagai catatan, semua langkah di atas tidak efektif tanpa evaluasi aturan berkala, patching, logging, dan monitoring. Jadi, mau tidak mau harus ada admin kantor yang melakukannya atau gunakan saja jasa network assessment.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Aplikasi Monitoring Jaringan

Pasang Firewall untuk Melindungi Jaringan Perusahaan dari Ancaman

Check Point Research mencatat rata-rata serangan siber global mencapai 1.984 serangan per organisasi per minggu pada Q2 2025, naik 21% dari periode sebelumnya.

Ketika serangan siber terhadap organisasi terus meningkat, firewall tidak cukup hanya dipasang sebagai formalitas. Perusahaan perlu mengonfigurasinya dengan benar untuk mencegah segala jenis ancaman firewall.

Melalui layanan network assessment, Edavos dapat membantu Anda memetakan kerentanan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Jangan biarkan firewall Anda cuma menjadi penjaga yang tidur. Hubungi tim Edavos untuk membentengi jaringan perusahaan Anda mulai hari ini!

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.