Belanja untuk keamanan informasi global diperkirakan mencapai US$212 miliar pada 2025 menurut laporan Gartner. Angka ini mendorong banyak perusahaan untuk mulai serius berinvestasi pada keamanan jaringan, termasuk firewall.
Catatan: Yakin jaringan internet anda efektif dan aman? Semua yang anda butuhkan untuk meningkatkan produktivitas, mitigasi resiko, dan kinerja jaringan yang efisien dapat segera terwujud dengan jasa Network Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Dalam hal ini, topik firewall hardware vs software sering menjadi diskusi di forum-forum karena efektivitas dan anggaran untuk keduanya berbeda. Pertanyaannya, jenis firewall apa yang paling efektif untuk perusahaan?
Di artikel ini Edavos akan membantu Anda menemukan jawabannya.
Topik yang akan dibahas:
Perbandingan Firewall Hardware vs Software
Supaya tahu mau pilih yang mana, mari telaah lebih dalam perbedaan kedua jenis perangkat dari beberapa sudut pandang:
Definisi
Pertama, pahami dulu apa bedanya definisi firewall hardware dan software.
Hardware firewall adalah perangkat fisik khusus yang memiliki prosesor sendiri, memori, dan antarmuka bawaan.
Tugas utamanya menginspeksi serta mengontrol lalu lintas di network edge, misalnya antara internet dan LAN. Perangkat ini bekerja secara independen dari server atau komputer yang dilindunginya.
Sementara itu, software firewall adalah program yang berjalan di server atau mesin virtual (VM) yang Anda kelola. Fungsinya mencakup inspeksi paket, pencatatan, dan penegakan kebijakan.
Simpelnya, GeeksforGeeks mengatakan hardware firewall bersifat fisik dan berada di luar sistem, sementara software firewall berjalan langsung di dalam sistem yang dilindunginya.
Baca Juga: Firewall Cisco: Optimalkan Keamanan Jaringan Perusahaan Anda
Penempatan Jaringan
Di mana Anda ingin menempatkan firewall?
Untuk perimeter fisik, misalnya sebagai gateway internet di kantor pusat, tentunya kami menyarankan hardware firewall.
Anda bisa meletakkannya di rak server, menjembatani router dan core switch untuk memblokir ancaman sebelum masuk ke jaringan internal.
Baca Juga: Studi Kasus Implementasi Core Switch di Perusahaan SekuritasÂ
Di sisi lain, software firewall lebih pas di lingkungan virtual seperti VM-to-VM. Kemampuannya melindungi beban kerja yang dinamis menjadikannya fleksibel untuk infrastruktur modern.
Skenario Penggunaan Perangkat
Firewall hardware vs software untuk perusahaan memiliki skenario penggunaan yang berbeda.
Software firewall unggul dalam hal fleksibilitas. Integrasinya dengan tool otomatisasi membuatnya sangat scalable. Contohnya, Anda bisa menggunakan ini untuk melindungi laptop karyawan yang remote work atau kantor cabang.
Sementara hardware firewall lebih cocok di lingkungan pabrik industri atau saat perlu mengisolasi sebuah server yang menangani data sensitif.
Perbandingan Performa
Selanjutnya, firewall hardware vs software dari segi performa dimenangkan oleh perangkat fisik karena terdapat chip akselerasi, prosesor khusus, bahkan modul kriptografi.
Hasilnya:
- Throughput tinggi,
- Kapasitas koneksi simultan besar,
- TLS decryption lebih cepat.
Software firewall, di sisi lain, memang cenderung fleksibel dengan scaling horizontalnya. Anda bisa menambah instance pada saat beban meningkat, tetapi kapasitas tiap instance sangat terbatas.
Skalabilitas dan Failover
Kemudian, untuk bertumbuh, hardware firewall biasanya harus Anda upgrade ke model yang lebih tinggi atau ditambahkan perangkat baru.
Sementara strategi failover-nya mengandalkan clustering dan high-availability pair. Artinya, jika satu perangkat mati, perangkat lain segera mengambil alih tanpa memutus sesi.
Sebaliknya, scaling pada software firewall bisa otomatis berbasis aturan. Tim IT cukup menulis skrip untuk menambah instance saat CPU server melonjak sehingga menjadikan manajemen cloud-based makin mudah.
Untuk failover, lebih elastis berkat zone-aware resilience, yakni mengalihkan traffic ke node sehat jika ada instance yang gagal.
Manajemen dan Siklus Update
Hardware firewall menerima update firmware secara langsung ke perangkatnya. Namun, ini tidak berlaku selamanya karena secara fisik setiap unit harus diganti setidaknya 3-5 tahun sekali. Maintenance juga butuh tenaga teknis.
Software firewall berbeda, di mana Anda bisa menggunakan API untuk melakukan pembaruan berbasis template terpusat yang didistribusikan ke banyak instance secara otomatis.
Layanan dari Edavos bisa membantu Anda memastikan kedua jenis firewall selalu up to date dengan patch management.
Perbandingan Biaya
Terakhir, pada saat mempertimbangkan firewall hardware vs software dari segi biaya, Anda akan berhadapan dengan dua model:
- Investasi jangka panjang.
- Biaya operasional rutin.
Hardware firewall umumnya memerlukan investasi besar di awal untuk membeli perangkat. Belum lagi, mungkin butuh kontrak IT support dan siklus penggantian perangkat beberapa tahun sekali.
Jika Anda kurang cocok dengan model pertama, coba software firewall yang menggunakan lisensi per instance atau sistem berlangganan.
Apapun itu, menurut TrustRadius, total cost of ownership harus Anda hitung dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis Anda. Fortinet menyebutkan, faktor-faktornya meliputi ukuran bisnis, integrasi keamanan, serta perjanjian layanan dan dukungan.
Pertimbangkan Pendekatan Hybrid
Firewall hardware vs. software dari segi fungsi sebenarnya saling melengkapi. Oleh karenanya, banyak organisasi memilih menjalankan keduanya sekaligus.
Strategi ini bertujuan untuk menutup celah antara perimeter fisik di bawah perlindungan hardware dan workload terdistribusi yang diawasi software.
Kuncinya adalah unified management (console terpusat, API, orchestration tools) agar kebijakan tetap konsisten di seluruh titik. Dengan pendekatan ini, Anda bisa mendapatkan kelebihan keduanya.
Pastikan juga Anda memiliki tim yang kompeten atau mendapat rekomendasi dari profesional seperti Edavos.
| Kelebihan Hardware Firewall | Kelebihan Software Firewall |
|---|---|
| Throughput tinggi & kapasitas sesi besar | Fleksibel, mudah auto scaling di VM |
| Cocok untuk edge/perimeter jaringan | Cocok untuk lingkungan virtual dan cloud |
| Stabil, prediktif | Scalable, mudah diintegrasikan |
| Investasi jangka panjang, hemat daya jangka panjang | Model biaya operasional rutin, lebih ringan untuk skala kecil |
| Ideal untuk industri/OT dan kepatuhan | Ideal untuk public cloud & microsegmentation |
Baca Juga:Â Apa Itu VLAN? Fungsi, Contoh, Jenis-Jenis & Cara KerjaÂ
Gunakan Firewall Sesuai dengan Arsitektur Jaringan Anda!
Kesimpulannya, firewall hardware vs software bukanlah soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan arsitektur serta sumber daya di perusahaan Anda.
Untuk mengambil keputusan, perhatikan gambar berikut:
Untuk mengetahui opsi terbaik, Anda membutuhkan asesmen kebutuhan perusahaan. Edavos menyediakan jasa network assessment yang dapat menilai kondisi jaringan Anda serta memberikan rekomendasi firewall yang tepat. Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.