Cara Menambah Access Point Wi-Fi yang Benar Lewat Assessment

Satu access point (AP) umumnya melayani sekitar 20-30 pengguna. Namun, di kantor modern, angka itu cepat meningkat seiring banyaknya IoT dan penambahan ruang kerja. Alhasil, AP menjadi kelebihan beban sehingga performa jaringan menurun.

Catatan: Koneksi WiFi di kantor Anda tidak stabil? Saatnya periksa jaringan WiFi anda dengan WiFi Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Berdasarkan studi yang melibatkan 500 karyawan lintas industri, sekitar 50% responden mengaku produktivitas mereka menurun akibat koneksi internet yang lambat. — Recent Research Reviews Journal (2024)

Mau tidak mau, admin kantor pun akhirnya mencari cara menambah access point Wi-Fi. Sayangnya, penambahan sering dilakukan tanpa pemetaan, padahal kuncinya bukan sekadar menambah, tetapi harus dengan asesmen menyeluruh.

Kenapa Wi-Fi Assessment Penting?

kenapa wifi assessment penting

Wi-Fi assessment berfungsi memetakan kondisi riil jaringan Anda melalui tiga aspek kunci berikut:

Coverage Tidak Sama dengan Performance

Tampilan ikon sinyal hanya mengukur kekuatan radio alih-alih kapasitas sebenarnya. Di jaringan dengan banyak klien, satu AP mungkin sudah kewalahan karena airtime terbagi

Interferensi dari jaringan tetangga atau perangkat bluetooth juga menurunkan performa. Oleh karena itu, menambah AP sembarangan justru bisa mempersempit band frekuensi.

Asesmen Menemukan Sumber Masalah dengan Benar

Dengan site survey, Anda bisa menemukan penyebab gangguan, apakah dead spot, bottleneck switch, atau roaming yang buruk. 

Baca Juga: Site Survey Wi-Fi sebelum Renovasi Kantor Supaya Apa?

Data hasil survei, contohnya RSSI, noise, dan packet loss, akan memberi gambaran pasti sehingga pengambilan solusinya tepat sasaran.

Ingat bahwa internet kantor lemot tidak selalu teratasi dengan menambah AP. Bisa jadi desain jaringannya berantakan. 

Risiko Tambah AP Tanpa Assessment

risiko tambah access point

Berdasarkan pengalaman Edavos menangani klien, memasang AP asal-asalan membawa dampak negatif yang sering tidak disadari. 

Beberapa risiko berikut patut Anda waspadai:

1. Channel Semakin Padat

Pada saat Anda menambah AP tanpa memindai frekuensi di lokasi, perangkat baru tersebut mungkin memakai channel yang sama atau beririsan dengan AP eksisting. 

channel allocation 2.4 GHz vs 5ghz

Band 2,4 GHz hanya memiliki tiga channel non-overlapping. Kemungkinan tabrakan sinyal lebih besar. Bahkan di band 5 GHz yang lebih lebar pun risiko ini tetap ada karena banyaknya pilihan channel dinamis. 

Akibatnya, throughput bukannya meningkat, tetapi malah anjlok karena interferensi co-channel dan adjacent-channel yang tinggi.

2. Roaming Buruk

Selanjutnya, protokol roaming bukan fitur plug and play. Tanpa konfigurasi dari ahlinya, perangkat pengguna cenderung ‘nyangkut’ pada AP lama, meskipun sudah ada AP baru dengan sinyal lebih kuat.

Perangkat user endpoint, terutama ponsel, sangat rentan terhadap gejala ini. Itulah kenapa sinyal kelihatan penuh tetapi koneksi putus-nyambung dan lambat.

3. Pengeluaran Jadi Tidak Efektif

Anda mungkin sudah menganggarkan dana untuk membeli AP, kabel, lisensi software, dan instalasi. Namun, bagaimana jika masalah sebenarnya ternyata ada pada switch yang kelebihan beban atau kabel backbone yang rusak? Akhirnya penambahan AP malah bikin boncos.

Baca Juga: Solusi Perbaikan Wi-Fi: Wi-Fi Analyzer atau Jasa Assessment?

4. Risiko Keamanan

Setiap AP tambahan membuka celah baru bagi penyerang. Bila tidak mengonfigurasinya dengan standar keamanan yang tepat, maka AP tersebut akan jadi ancaman. 

Implementasi VLAN dapat mengisolasi traffic luar dari akses departemen internal. Akan tetapi, konfigurasi ini hanya dipahami oleh tim IT.

Cara Menambah Access Point Wi-Fi Kantor

Cara menambah access point wifi kantor

Katakanlah Anda sudah yakin bahwa penambahan AP memang solusi yang dibutuhkan. Ikuti panduan berikut agar hasilnya optimal:

1. Strategic Placement

Penempatan AP menentukan segalanya. Untuk kantor, prioritaskan area kerja utama, tepatnya di langit-langit dalam ruangan, bukan di lorong.

TechGrid menyebutkan bahwa penempatan di dalam ruangan dapat mengurangi interferensi channel serta mendukung perangkat berdaya rendah (smartphone, tablet, wearable).

Sementara cara menambah access point Wi-Fi beda lantai perlu perlakuan berbeda karena setiap lantai adalah area terpisah. Sinyal yang menembus beton akan melemah drastis. Jadi, setiap lantai wajib memiliki AP sendiri yang terhubung via kabel backbone ke switch inti.

cara menambah access point wifi beda lantai

2. Hardware & Perkabelan

Saran kami gunakan kabel Ethernet minimal Cat6A dengan PoE agar data dan daya terkirim bersamaan

Dalam situasi di mana penarikan kabel tidak memungkinkan, misalnya di gedung tua, Anda bisa mencoba cara menambah access point Wi-Fi tanpa kabel lewat mesh.

Baca Juga: 7 Manfaat Wi-Fi Mesh, Hilangkan Masalah Dead Zone di Kantor

Kendati demikian, solusi mesh hanya cocok untuk lalu lintas ringan karena rentan terhadap interferensi serta penurunan kecepatan di setiap hop

Ray menyarankan pemilihan AP dengan antena yang cukup untuk transmisi guna mempertahankan performa.

Sementara tips dari kami, di area produksi atau ruang rapat, hindari wireless uplink karena latensi tingginya mengganggu aplikasi real-time.

3. Konfigurasi Jaringan & Keamanan

Bagaimana cara menambah access point Wi-Fi supaya stabil? Kuncinya ada pada tiga pengaturan ini: channel, power transmit, dan roaming.

  • Pertama, atur channel secara manual atau otomatis (via RRM) untuk menghindari tumpang tindih.
  • Kemudian turunkan power AP agar sel tidak terlalu luas sehingga ponsel pengguna tidak terus menempel (sticky/nyangkut).
  • Terakhir, aktifkan fitur 802.11r/k/v untuk roaming yang mulus. 

Konfigurasi tambahannya, pasang enkripsi WPA2/WPA3-Enterprise dan segmentasi VLAN untuk memisahkan lalu lintas antar departemen.

4. Management Setup

Jika ingin mudah mengelola semua AP di kantor, Anda butuh perangkat controller atau cloud-based management

Cisco Meraki adalah salah satu pelopor cloud managed Wi-Fi, menawarkan satu dasbor intuitif untuk mengelola perangkat jaringan dan keamanannya.

Cara menambah access point wifi gudang

Industri yang membutuhkan teknologi ini contohnya sektor dengan banyak cabang, mobilitas pengguna tinggi, serta area luas seperti gudang.

Ya, kami sangat menyarankan cara menambah access point Wi-Fi untuk gudang dengan pendekatan ini. Pasalnya, gudang memiliki rak-rak tinggi dan struktur metal yang memerlukan desain khusus serta pemantauan berkelanjutan karena layout-nya sering berubah.

Baca Juga: Penanganan Wi-Fi Lemah di Pabrik Manufaktur Seluas 1.500 m2 

Pastikan Desainnya Tepat Sebelum Menambah Access Point

Kesimpulannya, menambah AP sah-sah saja, asal Anda memulainya dengan asesmen. Tanpa pemetaan yang terukur, Anda hanya menebak-nebak dan malah berpotensi menciptakan masalah baru. 

Prinsip utama cara menambah access point Wi-Fi yang benar adalah pahami dulu, baru bertindak

Hubungi Edavos melalui formulir di bawah ini jika kantor Anda membutuhkan saran terkait penambahan AP. Jasa Wi-Fi assessment kami memberikan layanan teknis berbasis data agar setiap investasi IT Anda tepat sasaran dan berdampak pada produktivitas.

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.