WiFi Assessment untuk Mengetahui Kebutuhan AP di Pabrik Manufaktur

Ekahau mengatakan bahwa mayoritas jaringan nirkabel berkinerja buruk bukan karena perangkatnya rusak, melainkan akibat desain WiFi yang tidak memenuhi persyaratan cakupan dan kapasitas.

Kesalahan desain misalnya berupa penempatan Access Point (AP) yang salah atau jumlahnya tidak tepat. Bahkan, memasang banyak AP di suatu area belum tentu menghasilkan sinyal yang kuat dan stabil jika konfigurasinya salah.

Catatan: Koneksi WiFi di kantor Anda tidak stabil? Saatnya periksa jaringan WiFi anda dengan WiFi Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Salah satu klien kami mengalami kondisi tersebut. Mereka mengeluhkan banyak blank spot WiFi di area operasional, padahal merasa jumlah AP sudah cukup banyak.

Pada artikel kali ini, Edavos akan menunjukkan proses WiFi assessment untuk klien tersebut, lalu merekomendasikan solusi terbaik agar setiap titik tercakup WiFi secara optimal.

Baca Juga: WiFi Assessment: Solusi Masalah Internet Lambat untuk Bisnis

Profil Klien & Keluhan Awal

wifi assessment di pabrik

Klien kami ini adalah salah satu sub kontraktor untuk pabrik AC salah satu merek ternama di Indonesia. Mereka membutuhkan jaringan nirkabel yang stabil untuk menjalankan berbagai aktivitas operasional harian. 

Akan tetapi, meskipun sudah memasang sejumlah WiFi AP, cakupan sinyalnya belum optimal. Para karyawan sering mengeluhkan tidak mendapatkan sinyal yang bagus, terutama di area produksi dan kantor.

Sebelumnya, sudah ada total 14 AP merek Cisco yang terpasang. Secara teknis sudah cukup, tetapi ada beberapa faktor lain yang mesti diperhitungkan, mulai posisi AP, tipenya, hingga konfigurasi.

Dari sinilah, kami memulai asesmen untuk mengetahui berapa jumlah AP yang tepat untuk menghilangkan keluhan pengguna di pabrik AC tersebut.

Analisis Kekuatan Sinyal

analisis kekuatan sinyal

Pertama, perlu kami tekankan bahwa pergerakan sebaran WiFi itu seperti riak air, bukan sinar laser. Distribusi sinyalnya melingkar ke segala arah, menjangkau banyak perangkat sekaligus, tetapi kekuatannya akan berkurang seiring jarak. 

Itulah sebabnya, dalam kasus klien kami yang luas pabriknya mencapai 1.500 m2 membutuhkan lebih dari 1 AP untuk memastikan sinyal WiFi sampai ke setiap sudut.

Masalahnya, beberapa titik di area produksi dan kantor tidak mendapatkan kekuatan sinyal WiFi yang memadai untuk beraktivitas meskipun pihak manajemen sudah memasang belasan AP.

Sebagai gambaran, kategori kekuatan sinyal yang baik berada di antara -30 dBm sampai -67 dBm. Makin dekat dengan nol, makin bagus. Akan tetapi, di area-area yang bermasalah tadi, kekuatannya jauh di bawah itu.

kekuatan sinyal wifi yang bagus

Berdasarkan hasil analisis awal di lapangan, tim Edavos berkesimpulan bahwa blank spot dengan kekuatan sinyal buruk muncul akibat kurangnya jumlah AP

Kami pernah menjelaskan tentang cara menentukan jumlah AP untuk gudang. Metode tersebut cukup relevan dengan kasus kali ini. Namun demikian, kami mesti mengevaluasi lebih lanjut untuk memberikan rekomendasi.

Evaluasi Performa

wifi assessment

Selanjutnya, kami mengasesmen performa WiFi yang ada, mulai throughput, latency, hingga packet loss.

Sebenarnya 14 AP tidak terlalu buruk jika tujuan utamanya adalah coverage dasar pada 2.4/5 GHz, tetapi cara implementasinya harus tepat. Itulah pentingnya desain WiFi oleh profesional.

Baca Juga: WiFi Design: Solusi Mengoptimalkan Koneksi WiFi dari Edavos

Klien kami sendiri mengamini hal tersebut. Kendala utama mereka adalah tidak tahu sistem seperti apa yang cocok untuk jaringan nirkabel di pabrik, gudang, dan area-area lain. Jadi, ini juga kami evaluasi.

Rekomendasi Perbaikan

rekomendasi perbaikan wifi

Setelah melewati proses WiFi assessment secara komprehensif, kami akhirnya menemukan rekomendasi jumlah yang tepat. Dari 14 AP kami sarankan klien untuk membeli sejumlah 8 AP tambahan. Jadi, total akan ada 22 AP yang terpasang di seluruh area pabrik.

Selain jumlah, tipe perangkat juga kami tentukan. Di luar mereknya, AP harus mendukung teknologi WiFi terbaru, memiliki bandwidth yang sesuai kebutuhan atau lebih, serta menyediakan fitur-fitur pendukung lainnya.

Solusi berikutnya adalah simulasi untuk mengetahui lokasi penempatan AP terbaik. Ya, kami tidak langsung  memasang. Perencanaan desain WiFi termasuk membuat heatmap berdasarkan denah.

Di Edavos, kami menggunakan heatmap software dari Ekahau. Kami pastikan kekuatan sebaran sinyal di setiap sudut tidak ada yang di bawah standar.

Setelah desainnya jadi, barulah kami rekomendasikan pemasangan, kemudian survei ulang seperti di awal.

Proses Implementasi

proses wifi assessment

Implementasi harus mengikuti rencana yang telah dibuat, dari titik peletakkan dan ketinggian. Biasanya kami menggunakan metode AP-on-stick (APOS), di mana AP di-mounting sementara menggunakan tripod atau tiang untuk mengukur ketinggian yang tepat.

“Hal terpenting dalam melakukan APoS adalah memastikan desain jaringan yang dibuat benar-benar bekerja sesuai dengan perkiraan.”~ Ekahau

Setelahnya, setiap AP kami tuning untuk memastikan semua area tercakup dengan baik. Tahap inilah yang sering luput dari perhatian jika instalasi AP tidak dilakukan oleh profesional.

Ingat, WiFi AP bukan perangkat yang bisa plug and play. Tanpa tuning, jangkauan sinyal mungkin tidak merata, kecepatan lambat, atau koneksi jadi sering terputus. 

Tuning sendiri bisa mencakup transmit power, channel, roaming, Quality of Service (QoS), keamanan, dan lain-lain, tergantung kebutuhan.

Contohnya, pada area pabrik yang luas, tuning transmit power dibutuhkan agar tidak menciptakan pengalaman roaming yang buruk.

Baca Juga: Teknologi Wireless Roaming Jamin Koneksi Lebih Stabil

Katakanlah sebuah AP terpancar dengan daya maksimum. Perangkat pengguna bisa tetap ‘menempel’ pada AP tersebut meskipun sudah berjalan jauh tepat di bawah AP lain yang lebih dekat. Inilah yang disebut sticky client.

Alasannya karena perangkat merasa pancaran sinyal dari AP lama masih cukup kuat, padahal kualitas datanya sudah buruk.

Oleh karena itu, kami perlu tuning satu per satu seluruh AP yang terpasang, termasuk yang baru.

Setelah pemasangan semua unit selesai, kami kembali menjalankan tahapan-tahapan WiFi survey guna memastikan performanya sudah sesuai yang diharapkan.

Hasil Akhir: Seluruh Area Mendapatkan Sinyal yang Ideal

Hasil perbaikan tim Edavos kali ini adalah cakupan sinyal WiFi lebih ideal dan merata. Tidak ada lagi keluhan dari karyawan di kantor maupun area produksi.

Studi kasus pabrik AC barusan menunjukkan betapa pentingnya WiFi assessment dalam merancang desain jaringan nirkabel. Tujuannya supaya Anda mengetahui pasti berapa jumlah AP yang harus dipasang. Dengan begitu, biayanya pun jadi terukur dan risiko-risiko downtime akibat WiFi yang buruk dapat terhindarkan.

Sebuah studi pada 2025 mengatakan, koneksi internet yang stabil meningkatkan produktivitas hingga 59%. Kami pastikan karyawan-karyawan pabrik AC tersebut kini bisa bekerja dengan tenang dan lebih produktif.

Namun, layanan Edavos tidak berhenti sampai situ. Kami masih memantau keadaan WiFi mereka. Apabila klien ingin memperluas area cakupan atau menambah jumlah pengguna, maka konfigurasi serta jumlahnya mungkin akan berubah lagi sesuai hasil survei.

Apakah pabrik Anda juga mengalami masalah WiFi berkelanjutan? Segera jadwalkan WiFi assessment bersama Edavos jika Anda ingin mendapatkan jaringan nirkabel yang andal. Hubungi kami dengan mengisi form kontak di bawah untuk mulai berkonsultasi tentang keluhan Anda saat ini.

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.