Fungsi switch dalam jaringan adalah menghubungkan perangkat dalam jaringan lokal (LAN) dan meneruskan data ke tujuan yang tepat.
Catatan: Yakin jaringan internet anda efektif dan aman? Semua yang anda butuhkan untuk meningkatkan produktivitas, mitigasi resiko, dan kinerja jaringan yang efisien dapat segera terwujud dengan jasa Network Assessment eksklusif dari Edavos, daftarkan diri anda sekarang! Jika Anda membutuhkan Solusi IT lainnya kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Banyak kantor sudah memakai switch, tetapi belum pernah mengevaluasi apakah jumlah port, kemampuan pengelolaan, segmentasi, dan redundansinya sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Apa yang Dilakukan Switch?
Switch bekerja di antara perangkat seperti perangkat end-user, server, access point, dan perangkat IoT. Perangkat ini membaca alamat MAC, kemudian mencatatnya dalam tabel agar dapat meneruskan paket data secara terarah.
Bedanya dari Hub dan Router

Perbedaan switch dan hub terlihat dari cara keduanya meneruskan data.
Hub mengirimkan data ke semua port, sehingga perangkat harus memeriksa paket yang masuk. Teknologi hub kini mulai tersingkirkan dari infrastruktur jaringan perusahaan modern.
Di sisi lain, switch hanya meneruskan paket ke port tujuan berdasarkan tabel alamat MAC.
Router memiliki fungsi berbeda, yaitu menghubungkan jaringan yang berbeda, seperti jaringan kantor ke internet atau antarsegmen jaringan.
Access point (AP) juga bukan pengganti switch. AP menyediakan koneksi nirkabel, sedangkan switch menyediakan koneksi kabel dan mengatur lalu lintas antarperangkat.
Baca Juga: Router vs Access Point: Fungsi, Kelebihan, dan KekuranganÂ
Fungsi Utama Switch di Jaringan Kantor

Dalam praktik enterprise, fungsi switch pada jaringan perusahaan dapat diringkas menjadi tiga pekerjaan utama, yaitu:
- Forwarding paket terarah. Switch mengurangi tabrakan lalu lintas karena tidak mengirim paket ke semua perangkat.
- Segmentasi melalui VLAN pada switch. Finance, HR, produksi, hingga jaringan tamu dapat dipisahkan secara logis tanpa menarik kabel terpisah.
- Quality of Service (QoS). Lalu lintas VoIP, konferensi video, dan CCTV IP dapat memperoleh prioritas lebih tinggi dengan implementasi QoS.
Kenapa Segmentasi Bukan Fitur Nice to Have?
Jaringan datar membuat banyak perangkat berada dalam ruang komunikasi yang sama. Jika satu perangkat atau akun berhasil ‘jebol’, pembatasan pergerakan penyerang akan menjadi lebih sulit.
Laporan CrowdStrike Intelligence 2023 mencatat rata-rata eCrime breakout time sebesar 84 menit, turun dari 98 menit pada 2021.
Angka ini merujuk pada waktu yang pelaku kejahatan siber butuhkan untuk bergerak setelah akses awal.
Kemudian, Verizon 2025 Data Breach Investigations Report menganalisis 22.052 insiden keamanan dan 12.195 pelanggaran data terkonfirmasi dari 139 negara. Data tersebut menunjukkan pentingnya pembatasan akses, pemantauan, serta pemisahan aset berdasarkan fungsi bisnis.
Oleh karena itu, laptop karyawan, printer, kamera, dan server sebaiknya tidak berada dalam satu jaringan datar tanpa kebijakan segmentasi.
VLAN tidak menggantikan keamanan menyeluruh, tetapi setidaknya membantu membatasi ruang gerak lalu lintas dan akses.
Tanda Switch di Kantor Anda Sudah Tidak Memadai

Indikator Teknis
Beberapa tanda teknis berikut ini menunjukkan bahwa infrastruktur kantor Anda perlu peninjauan kembali:
- Switch masih unmanaged sehingga tidak mendukung VLAN, pencatatan, atau pemantauan terpusat.
- Core switch tidak memiliki redundansi. Akibatnya, kerusakan pada satu unit dapat memutus koneksi pada satu lantai atau satu departemen.
- Kapasitas port switch sudah penuh, lalu perangkat baru disambungkan ke switch kecil secara bertingkat.
Indikator Operasional
Masalah sering muncul karena pertumbuhan perangkat terjadi tanpa perhitungan jaringan. Penambahan perangkat IoT akan meningkatkan kebutuhan port dan daya PoE.
Dokumentasi topologi yang tidak tersedia juga memperlambat penanganan gangguan. Tim akhirnya menyelesaikan insiden itu dengan coba-coba, bukan berdasarkan pemetaan port, jalur uplink, dan data lalu lintas.
Masalahnya Bukan di Merek Switch, tapi di Desain
Mengganti switch murah dengan perangkat mahal tidak otomatis menyelesaikan masalah. Perubahan perangkat tanpa perbaikan desain topologi hanya memindahkan masalah ke titik lain.
Baca Juga: Panduan Desain Jaringan Wi-Fi Gedung Kantor Bertingkat
Pilihan switch harus mengikuti kebutuhan aktual. Jadi, pertimbangannya meliputi:
- Jumlah port,
- Dukungan Layer 2 atau Layer 3,
- PoE,
- Kecepatan uplink,
- pemantauan,
- Redundansi.
Untuk perusahaan, ada dua pilihan, managed dan unmanaged. Apa bedanya?
Switch managed dan unmanaged memiliki tujuan berbeda.

Switch unmanaged cocok untuk koneksi sederhana, tanpa konfigurasi khusus. Sementara itu, switch managed menyediakan pengaturan VLAN, kontrol port, pemantauan, dan kebijakan akses.
| Aspek | Unmanaged | Managed |
|---|---|---|
| Konfigurasi | Sangat terbatas | Dapat dikonfigurasi |
| VLAN | Terbatas sesuai model | Didukung |
| Monitoring | Minimal | Lebih lengkap |
| Keamanan | Dasar | Kontrol lebih luas |
Kesalahan Umum dalam Desain Jaringan
Jika belum melakukan evaluasi desain jaringan, sebaiknya hindari beberapa pola berikut:
- Menggunakan unmanaged switch untuk seluruh gedung tanpa segmentasi.
- Mengabaikan kebutuhan PoE hingga perusahaan harus mengganti perangkat.
- Menempatkan switch tanpa rancangan VLAN dan jalur cadangan.
- Mencampur merek perangkat tanpa mempertimbangkan keseragaman dalam pengelolaan.
Bagaimana Hierarki Switch Mendukung Pertumbuhan Perusahaan?

Model hierarki switch core distribution access membagi jaringan menjadi lapisan access, distribution, dan core. Model ini membantu perusahaan memisahkan koneksi pengguna, kebijakan jaringan, dan jalur utama berkapasitas tinggi.
Lapisan access menghubungkan perangkat pengguna.
Distribution menggabungkan beberapa switch access dan menerapkan kebijakan.
Core menangani lalu lintas utama antararea jaringan dengan kebutuhan ketersediaan tinggi.
Tabel berikut akan membantu Anda memahami posisi dan tanggung jawab setiap lapisan:
| Hierarki | Fungsi utama | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Access | Menghubungkan perangkat pengguna | Komputer, access point, kamera |
| Distribution | Menggabungkan traffic dan kebijakan | Antarlantai dan antardepartemen |
| Core | Menyediakan jalur utama berkapasitas tinggi | Server, pusat data, dan WAN |
Menurut model jaringan hierarkis Cisco, kantor kecil dapat menggabungkan fungsi core dan distribution dalam desain collapsed core.
Baca Juga: Studi Kasus Implementasi Core Switch di Perusahaan Sekuritas
Di Sinilah Network Assessment Masuk
Intinya, fungsi switch adalah menentukan bagaimana perangkat terhubung, bagaimana data bergerak, segmentasi akses, serta layanan penting yang diprioritaskan. Jika semuanya tidak berjalan lancar, artinya Anda perlu melakukan evaluasi.
Network assessment pada kondisi aktual di kantor Anda akan memberikan jawaban yang lengkap. Hasil evaluasi ini membantu menentukan spesifikasi switch untuk kebutuhan dua hingga tiga tahun.
Perusahaan juga dapat menyusun konfigurasi switch jaringan kantor yang sesuai berdasarkan peran pengguna, jenis perangkat, kebijakan akses, dan rencana pertumbuhan.
Jika Anda berencana mengevaluasi desain jaringan komputer kantor, Edavos menyediakan jasa network assessment. Kami membantu merancang, mengimplementasikan, sekaligus memelihara infrastruktur melalui dukungan tim profesional serta kemitraan teknologi seperti Cisco.
Silakan hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai kondisi jaringan di perusahaan Anda.
