Ancaman AI terhadap Keamanan Data & Informasi Perusahaan

ancaman ai

Ancaman AI dalam keamanan cyber adalah risiko nyata yang tidak boleh dianggap remeh perusahaan.

Catatan: Anda ingin mendapatkan Gratis Security Assessment eksklusif dari Cisco Umbrella? daftarkan diri anda sekarang! Ingat penawaran ini terbatas hanya untuk 30 pendaftar pertama. Jika anda membutuhkan Solusi IT lainnya, kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

Pada 2019, sebuah laporan memperkirakan bahwa pemanfaatan AI telah meningkatkan skala dan kecepatan serangan hingga 80%.

Hal itu terbukti pada tahun 2022, ketika serangan cyber yang diperkuat oleh AI membuat perusahaan semakin kesulitan mengatasinya.

Sebenarnya, AI menawarkan banyak manfaat bagi bisnis. Namun, di luar itu, AI juga menebar ancaman dari dalam dan luar perusahaan. 

Demi menjaga keberlangsungan bisnis, artikel ini akan membahas berbagai risiko AI yang patut Anda waspadai.

“AI menimbulkan risiko hukum dan bisnis bagi perusahaan, baik dari serangan luar maupun dari penggunaan internal.”  Matthew F. Ferraro

Apa Saja Ancaman AI bagi Perusahaan?

Penting bagi perusahaan untuk mengenali ancaman penggunaan AI agar dapat menanganinya dengan tepat. Berikut beberapa contoh ancamannya:

1. Serangan Cyber yang Teroptimasi AI

serangan cyber yang teroptimasi ai

Para ahli mengkhawatirkan serangan cyber yang lebih teroptimasi dengan adanya alat generative AI.

Alat ini memungkinkan penyerang melancarkan serangan cyber lebih cepat, bahkan meski metodenya rumit sekalipun. 

Baca Juga: Solusi Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk Perusahaan

Seperti sudah kami jelaskan sebelumnya pada artikel ChatGPT security risk, generative AI dapat membantu banyak hal seperti:

  • Membuat phising lebih meyakinkan.
  • Menduplikasi suara orang lain.
  • Melakukan deepfake untuk wajah orang lain.

NCSC mengungkap bahwa generative AI saat ini mampu menghasilkan konten phishing yang sangat meyakinkan korban tanpa kesalahan ejaan.

2. Pembuatan Malware secara Otomatis

pembuatan malware secara otomatis

FBI membenarkan tentang ancaman AI chatbot yang bisa membuat malware dengan perintah sederhana.

Baca Juga: ChatGPT Security Risks: Menangkal Dampaknya untuk Perusahaan

Secara teori, kode malware yang dihasilkan oleh chatbot memang tidak terlalu powerful, apalagi jika yang melakukannya adalah pemula.

Chatbot seperti ChatGPT saat ini juga sudah membatasi perintah-perintah terlarang, termasuk pembuatan kode malware. Namun, itu akan menjadi berbahaya jika dimanfaatkan oleh ahlinya.

3. Kerancuan Jawaban Generative AI

kerancuan jawaban generative ai

Kerancuan jawaban atau halusinasi generative AI bisa berbahaya karena mungkin memuat kode jahat di dalamnya.

Halusinasi maksudnya LLM, seperti ChatGPT, kadang-kadang menghasilkan jawaban yang kreatif namun tidak sesuai fakta.

Contohnya, pada Juni 2023 tim riset Voyager18 menemukan semacam malware yang tersebar melalui kerancuan jawaban ChatGPT.

Ya, ChatGPT ternyata bisa menghasilkan URL, kode, atau referensi, mencurigakan yang mungkin sengaja “ditanam” oleh penyerang.

4. Ancaman Privasi Data

ancaman privasi data

Salah satu ancaman AI untuk keamanan informasi perusahaan adalah risiko mengekspos data sensitif ke publik, contohnya seperti kasus Samsung.

Pasalnya, AI umumnya memiliki kemampuan mengumpulkan data untuk kemudian dibagikan kepada pihak ketiga.

Lagi-lagi mari ambil ChatGPT sebagai contoh. Dengan banyaknya data yang diolah olah, risiko terjadinya pelanggaran privasi sangatlah besar.

Ketika Anda memasukkan informasi pribadi ke ChatGPT, di lain waktu informasi tersebut mungkin akan diambil oleh peretas.

5. AI Dapat Merusak Reputasi

ai dapat merusak reputasi

Ancaman AI untuk bisnis selanjutnya yaitu rusaknya reputasi akibat jawaban AI yang plagiat atau melanggar hak cipta.

Plagiarisme dan hak cipta memang masih menjadi isu hangat seputar generative AI.

Katakanlah bisnis Anda menggunakan AI untuk menulis artikel SEO. Tanpa pengeditan lebih lanjut, ada kemungkinan konten tersebut terdeteksi plagiat.

Alih-alih meningkatkan SEO, ini justru bakal berdampak buruk pada strategi Anda.

Hal yang sama juga berlaku untuk pembuatan gambar. Tidak semua konten gambar AI-generated bebas hak cipta. 

Tentunya ada konsekuensi hukum jika gambar yang Anda komersialkan ternyata berhak cipta.

6. Ancaman Keamanan Fisik

ancaman keamanan fisik

Terakhir, infrastruktur fisik perusahaan seperti IoT atau mesin yang berjalan otomatis dengan AI juga dapat dimanipulasi oleh penyerang.

Jika ada orang jahat yang memanipulasi alat tersebut, mereka bisa membuat alatnya jadi tidak aman, rusak, hingga membuat celaka manusia.

Jadi, AI tetap berisiko terhadap keamanan fisik apabila penggunanya tidak berhati-hati atau kendalinya jatuh jatuh ke tangan penyerang. 

Oleh karena itu, perusahaan harus tetap waspada ketika mengimplementasikan teknologi berbasis AI.

Bagaimana Menghadapi Ancaman Cyber di Era AI?

ancaman ai di masa depan

Tantangan ancaman AI di masa depan adalah semakin cepatnya pelaku mengeksploitasi tambalan keamanan

Pada saat Anda baru selesai memperbarui sistem operasi, penyerang sudah menemukan celah baru di sana.

Baca Juga: Ancaman Cyber Security di Era Digital, 6 Jenis & Solusinya

NCSC memperkirakan hal ini akan terjadi hingga tahun 2025, di mana waktu rilis tambalan keamanan akan semakin pendek.

Kendati demikian, meski AI sudah menjadi senjata para pelaku cyber crime, AI juga bagian dari masa depan bisnis. Jadi, perusahaan harus mulai berinvestasi pada keamanan cyber yang juga diperkuat AI untuk melawan serangan yang semakin canggih.

Strategi Perlindungan terhadap Ancaman AI di Dunia

Kesimpulannya, AI ternyata juga berpotensi menjadi ancaman dari sisi keamanan cyber, privasi, etika, dan hukum. 

Saran kami, perusahaan Anda harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai risiko akibat perkembangan pesat teknologi AI.

Kesadaran, kesiapan, serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko bahaya AI sangatlah penting saat ini.

Salah satu strateginya yaitu dengan mengimplementasikan kebijakan keamanan secara menyeluruh di perusahaan. 

Selain itu, perusahaan juga perlu mengaktifkan perlindungan proaktif seperti Cisco Umbrella untuk melindungi semua perangkat dari berbagai ancaman AI.

Tingkatkan keamanan perusahaan Anda dengan layanan keamanan canggih dan terintegrasi untuk melindungi aset penting, seperti Cisco Umbrella dari Edavos. Kami menyediakan solusi IT terdepan untuk pengalaman yang seamless dan perlindungan yang andal.

Hubungi kami untuk menggunakan layanan Cisco Umbrella. Edavos akan memastikan infrastruktur teknologi perusahaan Anda beroperasi secara efisien untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan.

Suka Artikel Ini?

Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik mengenai Security, ayo bergabung di Newsletter Edavos.

Leave a Comment