Penetration Testing: Macam-Macam Alat yang Digunakan

penetration test

Apakah sistem keamanan informasi perusahaan Anda tidak memiliki celah? 

Jika belum pernah melakukan penetration test, Anda tidak akan tahu jawabannya.

Catatan: Anda ingin mendapatkan Gratis Security Assessment eksklusif dari Cisco Umbrella? daftarkan diri anda sekarang! Ingat penawaran ini terbatas hanya untuk 30 pendaftar pertama. Jika anda membutuhkan Solusi IT lainnya, kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

Pemeriksaan penetrasi bukanlah tes biasa; ini adalah kunci untuk menjaga perusahaan Anda terlindungi dari serangan cyber yang berpotensi merusak.

Menurut Laporan CoreSecurity, 42% perusahaan melakukannya 1-2 kali dalam setahun. Idealnya, perusahaan Anda juga melakukan itu.

Supaya tahu alasannya, di artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu pemeriksaan penetrasi, bagaimana cara kerjanya, dan manfaatnya untuk perusahaan.

Apa Itu Penetration Testing?

Pemeriksaan penetrasi adalah simulasi serangan cyber untuk menguak dan memperbaiki kelemahan sistem. Beberapa orang juga menyebutnya ethical hacking.

Lantas, siapa yang melakukan pemeriksaan penetrasi?

Sebut saja dia pemeriksaan penetrasi. 

Tester bisa berasal dari divisi internal perusahaan atau jasa pihak ketiga seperti Edavos.

Tugasnya adalah meniru berbagai macam serangan cyber dengan alat, teknik, dan proses yang sama dengan penyerang. 

Dengan begitu, perusahaan akan mengetahui titik lemah keamanan sistem yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang sebenarnya.

Tujuan dari pemeriksaan ini juga untuk memberikan informasi akurat tentang bagaimana cara memperbaiki kelemahan tersebut.

Ini berbeda dengan audit keamanan cyber, yang mana fokusnya memberikan penilaian komprehensif tentang keamanan IT suatu perusahaan.

Akan tetapi, keduanya bisa saling melengkapi untuk meningkatkan keamanan cyber.

“Menyewa tester pihak ketiga selalu lebih baik karena jika si pengembang sendiri yang melakukannya, mungkin akan melewatkan celah yang tidak diketahuinya.” ~ TechTarget

Siapa yang Membutuhkan Pemeriksaan Ini?

Cyber security penetration test sangat krusial di industri perbankan, teknologi, ritel, layanan kesehatan, hingga pemerintahan. Intinya, siapa pun yang memiliki data-data digital bersifat pribadi dan sensitif.

Lebih baik sedia payung sebelum hujan, daripada mengambil risiko data breach yang pastinya bakal merugikan perusahaan besar-besaran.

Mengapa Pemeriksaan Ini Penting bagi Perusahaan Anda?

Fungsi pemeriksaan bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan digital, antara lain:

Menemukan Risiko Keamanan

Baca Juga: Jasa Cyber Security Terbaik untuk Perusahaan di Indonesia

Pemeriksaan harus jadi prioritas karena itu dapat mengidentifikasi risiko keamanan dan cara menanggulanginya, sebelum terendus oleh penjahat.

Dengan pemeriksaan ini, perusahaan Anda dapat menghindari kejahatan cyber yang merugikan secara finansial, operasional, dan reputasi.

Persiapan Menghadapi Jenis Serangan baru

Teknologi dan metode kejahatan cyber selalu berkembang. Mau tidak mau, perusahaan Anda juga harus mengikuti perkembangan tersebut. 

Oleh karena itu, Anda memerlukan penetration tester ahli untuk menemukan dan menambal kerentanan sistem terhadap serangan cyber terbaru.

Mematuhi Aturan yang Berlaku

Perusahaan yang menyimpan data-data sensitif adalah sasaran utama para penjahat cyber. Itulah alasan penetration testing menjadi sangat penting.

Bahkan, regulator di banyak negara-negara di dunia sudah mengharuskan perusahaan melakukan penetration testing sebagai standar keamanan.

Untuk Indonesia sendiri, kami tidak menemukan undang-undang khusus tentang penetration testing, tetapi hal ini tetap tidak boleh disepelekan.

Perusahaan yang melakukan penetration testing setidaknya telah meningkatkan keamanan data mereka.

Apa Saja Metodologi Penetration Testing?

Baca Juga: 7 Jenis Cyber Security yang Penting untuk Melindungi Bisnis

Sekarang Anda paham mengapa penetration testing itu penting. Jika berminat melakukannya untuk perusahaan, berikut beberapa metode yang bisa dipilih:

White Box Testing

Metode white box testing adalah yang paling “transparan”. Pasalnya, tester mendapatkan akses penuh ke dalam sistem. 

Dengan informasi tersebut, penetration tester akan melakukan analisis untuk mencari kerentanan, kesalahan konfigurasi, dan lainnya.

Pendekatan ini umumnya memakan waktu lebih sedikit. 

Keuntungan metode white box:

  • Bisa menemukan kerentanan yang sulit diidentifikasi oleh metode lain.
  • Pengujian sistem secara menyeluruh tanpa mengandalkan asumsi.
  • Menghasilkan saran yang lebih spesifik dan akurat untuk memperbaiki kerentanan karena mereka tahu cara kerja sistemnya.
Baca Juga: IT Security: Investasi untuk Mengamankan Aset Perusahaan

Grey Box Testing

Metode selanjutnya adalah grey box penetration testing. D

Di sini, tester dibekali informasi terbatas tentang sistem. Singkatnya, mereka akan masuk sebagai user biasa saja, lalu melakukan serangan.

Meskipun kelihatan rumit, tetapi sebenarnya cara ini menawarkan keuntungan bagi perusahaan Anda.

Keuntungan metode white box:

  • Lebih realistis dengan sudut pandang penyerang yang memiliki pengetahuan terbatas terhadap sistem.
  • Tidak terlalu menghabiskan banyak waktu dibandingkan dengan metode black box.
  • Terakhir, grey box testing juga lebih komprehensif karena tester dapat menguji sistem secara internal dan eksternal.

Black Box Testing

Black box penetration test alias blind testing membutuhkan keahlian tinggi. Pasalnya, tester tidak mengantongi informasi apa pun.

Jadi, pengujian ini bersifat sangat objektif. Posisi tester benar-benar seperti seorang penyerang anonim yang berusaha membobol sistem.

Tugas mereka adalah menyelidiki kelemahan, lalu mengeksploitasinya secara eksternal. Meski akurat, metode ini memakan waktu paling lama.

Keuntungan metode black box:

  • Mengevaluasi sistem dari sudut pandang yang objektif, sebagaimana yang dilakukan oleh penyerang sebenarnya.
  • Tanpa pengetahuan tentang sistem, tester dapat mengidentifikasi kerentanan yang mungkin terlewatkan dalam pemeriksaan internal.

Mana yang lebih efektif?

Pilihannya tergantung pada tujuan dan kebutuhan Anda. Dalam banyak kasus, perusahaan biasanya menggabungkan beberapa jenis penetration testing untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.

5 Tahapan dalam Melakukan Penetration Testing

Dari semua metode di atas, sebenarnya cara penetration testing yang digunakan sama saja. Tester harus melakukan lima tahapan di bawah ini secara berurutan:

1. Reconnaissance

Fase pertama adalah pengumpulan informasi target, baik secara pasif maupun aktif, untuk merencanakan strategi serangan yang efektif.

Pasif artinya tidak melakukan kontak langsung, sementara cara aktif memang lebih efektif, di satu sisi juga berisiko karena harus berkontak langsung.

2. Scanning

Selanjutnya, vulnerability scan penetration test, yaitu memindai port atau lalu lintas jaringan target untuk mencari titik masuk potensial.

3. Vulnerability Assessment

Setelah menemukan pintu masuk, tester akan mulai mengidentifikasi seberapa parah kerentanannya. Mereka mencari tahu apakah target dapat dieksploitasi.

4. Exploitation

Fase inilah yang menjadi inti dari tahapan penetration testing. Dengan alat eksploitasi, tester melancarkan simulasi serangan cyber pada target.

5. Reporting

Terakhir, segala temuan selama proses penetration testing didokumentasikan dalam sebuah laporan untuk memperbaiki kerentanannya. 

Laporan mencakup garis besar kerentanan, tingkat kesulitan eksploitasi, risiko teknis, saran perbaikan, dan lain sebagainya.

Macam-Macam Alat yang Digunakan dalam Penetration Testing

Baca Juga: Bagaimana Jasa IT Security Membantu Mengatasi Ancaman Siber?

Setiap tester memiliki preferensi masing-masing terkait alat untuk melakukan penetration testing. Sebagai gambaran, berikut beberapa jenis penetration testing tools beserta contohnya:

  • Port scanner → Mengidentifikasi port sistem target yang terbuka. Contoh: Nmap, Zenmap, Angry IP Scanner.
  • Vulnerability scanner → Mencari kerentanan di server, sistem operasi, dan aplikasi. Contoh: Nessus, OpenVAS, Nexpose.
  • Network sniffer → Memonitor lalu lintas jaringan. Contoh: Wireshark, tcpdump, NetworkMiner.
  • Web proxy → Memanipulasi permintaan dan respons HTTP. Contoh: Burp Suite, ZAP, Fiddler.
  • Password cracker → Menebak kata sandi untuk mengakses akun atau data pada sistem target. Contoh: John the Ripper, Hashcat, Ophcrack.

Pilih Jasa Penetration Testing yang Tepat

Sebelum menutup, kami ingin mengingatkan Anda lagi tentang betapa pentingnya penetration testing di era digital.

Prioritaskan penetration testing sebagai upaya melindungi bisnis Anda dari ancaman cyber yang terus berkembang dari waktu ke waktu. 

Pengetahuan tentang kerentanan sistem dan tindakan yang perlu dilakukan juga menjadi salah satu langkah yang efektif untuk mencegah serangan cyber

Jika perusahaan Anda sama sekali belum pernah melakukan penetration test sebelumnya, hubungi Edavos untuk membantu eksekusinya.

Kami siap membantu mengidentifikasi, menguji, dan mengatasi kerentanan sistem dalam lingkungan perusahaan Anda.

Suka Artikel Ini?

Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik mengenai Security, ayo bergabung di Newsletter Edavos.