Alternatif IT Support Internal: Kapan Harus Outsource?
Tantangan bisnis modern saat ini makin kompleks, melibatkan keamanan data dan stabilitas sistem, yang mana sangat krusial bagi operasional perusahaan.
Hal tersebut membuat banyak pemilik bisnis terjebak dilema. Mau merekrut IT support internal, tetapi khawatir membebani pengeluaran, sementara kendala teknis terus berulang.
Catatan: Jika bisnis Anda tidak memungkinkan untuk mempekerjakan Staf IT penuh waktu atau sumber daya Anda terbatas, maka kami dapat membantu Anda dengan layanan Jasa IT Support Edavos. Anda membutuhkan Solusi IT lainnya? Jangan khawatir kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Jika tidak segera ditangani dengan solusi yang tepat, downtime akan menjadi mimpi buruk, menimbulkan kerugian yang makin membesar seperti bola salju.
Pertanyaannya, dalam kondisi seperti ini, apakah merekrut karyawan IT in-house menjadi satu-satunya opsi atau adakah alternatif yang masuk akal?
Topik yang akan dibahas:
Memahami Peran dan Tugas IT Support Internal
Pertama-tama, Edavos akan menjelaskan terlebih dahulu apa sebenarnya tugas IT support in-house di perusahaan.
Perlu Anda pahami bahwa tanggung jawab IT support bukan sekadar menyervis komputer yang rusak. Cakupan tugasnya meliputi:
- Menangani permintaan bantuan IT dari karyawan.
- Menjawab pertanyaan terkait sistem komputer.
- Menganalisis data untuk mendiagnosis masalah.
- Mengubah konfigurasi, setting, dan izin untuk memperbaiki isu.
- Membuat akun/sign-in bagi karyawan baru.
- Menginstal software, driver, dan melakukan update keamanan.
- Memberikan update status tiket layanan.
- Mendokumentasi semua permintaan layanan, dan lain-lain.
Lebih lengkapnya silakan baca artikel kami lainnya tentang pengenalan profesi IT support.
Berdasarkan deskripsi tugas barusan, posisi ini idealnya diisi oleh beberapa IT support internal specialist yang ahli di bidangnya masing-masing.
Namun, realitanya ada perusahaan yang menuntut satu orang untuk menangani semuanya, mulai memperbaiki hardware, menjaga keamanan siber, bahkan mengerti coding. Padahal, tugas itu membutuhkan keahlian yang berbeda-beda.
Perbedaan IT Staff dan IT Support
Salah satu kesalahan dalam rekrutmen adalah ketidakpahaman akan cakupan tugas IT staff dan IT support.
Simpelnya begini:
IT support adalah the fixer. Fokus utamanya lebih ke operasional harian dan penanganan insiden, serta monitoring.
Baca Juga: Studi Kasus: Pemulihan Ransomware dengan Layanan IT Support
Di sisi lain, peran IT staff lebih luas atau spesifik. Mereka mungkin bertanggung jawab membangun website, mengembangkan aplikasi, atau merancang arsitektur server.
| Aspek | IT Staff | IT Support |
| Fokus | Infrastruktur dan sistem | Dukungan teknis harian |
| Tanggung jawab | Jaringan, server, keamanan | Troubleshooting, instalasi, panduan |
| Skill utama | Programming, jaringan, keamanan | Komunikasi, problem solving cepat |
| Interaksi | Minim dengan pengguna | Intens langsung dengan pengguna |
Masalahnya, banyak recruiter mencari karyawan dengan judul “IT Staff” tetapi memberinya pekerjaan sebagai “IT Support”, atau sebaliknya. Akibatnya, karyawan tersebut burnout karena job description tidak sesuai dengan keahliannya dan menyebabkan bisnis tidak mendapatkan hasil yang maksimal.
Mindset keliru tersebut harus diluruskan.
Biaya Merekrut IT Support Internal Perusahaan
Selanjutnya, mari bicara soal angka, salah satu alasan mengapa merekrut tim internal disebut tidak efisien bagi beberapa perusahaan.
Mengutip Indeed, rata-rata gaji IT support internal di Indonesia berkisar antara Rp3,4 juta hingga Rp 7,2 juta per bulan. Untuk posisi senior mungkin bisa mencapai awalan dua digit per bulan.
Namun, biayanya tentu bukan hanya gaji pokok. Perusahaan juga harus memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti:
- Tunjangan & BPJS: Tambahan sekitar 4-10% dari gaji.
- THR: Minimal satu kali gaji per tahun.
- Biaya Rekrutmen: Menurut Laporan Benchmarking HR 2025 oleh SHRM, biaya rata-rata merekrut karyawan baru menghabiskan 26% dari total budget HR.
- Hardware & Software: Anda wajib menyediakan perangkat dan tools berlisensi untuk mereka bekerja.
Baca Juga: Biaya Jasa IT Konsultan di Indonesia
Jadi, biaya mempekerjakan satu orang IT support terbilang cukup besar. Belum lagi ada risiko ketergantungan, di mana sistem kantor Anda bisa tumbang jika satu-satunya IT support sakit, cuti, atau resign mendadak.
Lalu, apa alternatifnya?
Solusi: IT Support Outsourcing
Pilihan populer bagi banyak bisnis modern saat ini adalah menggunakan jasa IT outsourcing. Alih-alih merekrut satu orang, Anda bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa IT seperti Edavos.
Alasannya bukan cuma efisiensi.
Riset dari Deloitte mengenai “Global Outsourcing Survey” tahun 2024 menunjukkan bahwa pendorong utama perusahaan pindah ke outsourcing bukan lagi penghematan biaya, melainkan akses ke ahli di bidang tertentu (42%).
Di Indonesia, alasan tersebut itu makin masuk akal. Pasalnya, Indonesia memang sedang mengalami kelangkaan talent digital.
45% pelaku usahamenganggap kekurangan talent digital sebagai hambatan utama mencapai target bisnis.~ Business Leader Insight IBM
Melalui penyedia IT outsourcing, Anda bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi langsung mendapatkan akses ke tim ahli dengan berbagai spesialisasi.
Selain itu, teknologi yang digunakan juga sudah kelas enterprise. Edavos sendiri menggunakan perangkat dan tools canggih untuk menyelesaikan permasalahan pengguna.
Baca Juga: Outsourced IT Support vs Internal: Plus Minus & Biaya
Kapan Bisnis Anda Harus Beralih ke IT Support Outsourcing?
Bagi Anda yang masih ragu, gunakan checklist berikut sebagai acuan. Jika bisnis Anda setidaknya mengalami 2 atau lebih indikator di bawah ini, artinya sudah saatnya Anda beralih ke layanan profesional pihak ketiga:
- Biaya IT selalu over budget: Anda merasa ongkos infrastruktur, maintenance, dan SDM membebani keuangan bisnis, tanpa hasil yang sepadan.
- Kurang tenaga ahli spesialis: Sulit merekrut dan mempertahankan talent dengan keahlian khusus (keamanan siber, cloud, developer).
- Sering downtime & masalah performa: Gangguan sistem yang menurunkan produktivitas dan kepuasan pelanggan terjadi berulang-ulang.
- Kesulitan scaling IT operations: Bisnis Anda sedang berkembang pesat dan butuh tim IT yang bisa mengikuti ritme kerja cepat tanpa harus menunggu proses rekrutmen karyawan baru yang lama.
- Ancaman keamanan siber meningkat: Serangan makin kompleks, tetapi perusahaan tidak siap menghadapinya.
- Fokus terpecah: Karyawan non IT sering terganggu pekerjaannya untuk mengurusi masalah teknis.
Apakah Anda relate dengan masalah-masalah di atas? Jika iya, Edavos siap membantu.
Edavos Mitra IT Support Terpercaya
Kesimpulannya, tidak semua perusahaan mampu merekrut IT support internal karena kondisi yang berbeda-beda.
Jika beban keuangan dan gangguan teknis yang konsisten menjadi masalah utama Anda, maka beralihlah ke solusi IT support outsourcing Edavos
Dengan pengalaman bertahun-tahun, kami sudah sangat memahami kebutuhan unik bisnis di Indonesia. Tim IT support kami tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memantau, merawat, dan memastikan infrastruktur IT Anda berjalan lancar.
Cari tahu bagaimana Edavos dapat menjadi departemen IT eksternal terbaik bagi bisnis Anda. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi awal gratis.