Spam vs Phishing Email, Lebih Berbahaya Mana untuk Bisnis?

spam vs phishing

Spam vs phishing adalah dua jenis social engineering di internet yang berpotensi mengancam informasi sensitif.

Catatan: Anda ingin mendapatkan Gratis Security Assessment eksklusif dari Cisco Umbrella? daftarkan diri anda sekarang! Ingat penawaran ini terbatas hanya untuk 30 pendaftar pertama. Jika anda membutuhkan Solusi IT lainnya, kami memiliki berbagai layanan Jasa IT Terbaik yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

Jika perusahaan Anda menyimpan banyak data rahasia, maka berhati-hatilah! Pasalnya, ancaman tersebut bisa menjadi titik masuk bagi pelaku cyber crime.

Oleh karena itu, Anda harus mengenal spam dan phishing serta perbedaannya untuk mengetahui seberapa berbahaya dampaknya bagi perusahaan.

Lebih lengkapnya, simak pembahasan kami di bawah ini.

Spam vs Phishing Email, Apa Bedanya?

Banyak orang mengira spam sama dengan phishing, padahal tidak. Pahami perbedaan spam vs phishing dari beberapa indikator berikut:

Definisi

perbedaan spam vs phishing

Pertama, dari definisinya saja sudah mengindikasikan bahwa spam berbeda dengan phishing.

Spam adalah email atau pesan yang dikirim secara massal tanpa persetujuan si penerima.

Penyedia email biasanya mampu mendeteksi perilaku mencurigakan tersebut, lalu memasukkan pesannya ke folder khusus spam.

Sementara itu, phishing adalah serangan cyber menggunakan pesan palsu yang mengatasnamakan sumber terpercaya. 

Tujuan

tujuan spam vs phishing
Baca Juga: Apa Itu Phising? Metode Serangan & Cara Melindungi Bisnis

Tidak semua spam adalah phishing, begitu pula sebaliknya. 

Malah, kadang-kadang spam hanya bertujuan untuk promosi bisnis tanpa ada upaya jahat mengakses informasi atau perangkat Anda.

Di sisi lain, spam ternyata menjadi salah satu teknik phishing populer untuk menyebarkan umpan mereka ke pengguna.

Tujuan phishing adalah menipu korban agar memberikan informasi sensitif atau menginstal malware di sistem mereka.

Cara Kerja

cara kerja spam vs phishing

Menariknya, meskipun spam bertujuan mempromosikan bisnis, tetapi email “sampah” itu sering kali tidak dikirim oleh pemilik bisnisnya sendiri.

Mereka menyewa jasa spammer yang menggunakan tools khusus dan memiliki daftar email pengguna, yang kemungkinan didapatkan secara ilegal.

Proses pengiriman spam vs phishing email sebenarnya sama saja, tetapi output yang diharapkan oleh pelakunya berbeda.

Pelaku phishing memanfaatkan spam untuk mengirim pesan yang memanipulasi psikologis korban.

Dari situ, korban akan disudutkan agar memberikan kredensial atau mengunduh malware berbahaya.

Di samping itu, phishing tidak hanya menggunakan email sebagai senjatanya, melainkan ada banyak metode phishing lain yang patut Anda waspadai.

Ciri-Ciri

ciri-ciri spam vs phishing
Baca Juga: Email Security: Cegah Phishing, Spoofing, & Ancaman Lainnya

Sebenarnya spamming juga sering dilakukan melalui platform selain email, seperti media sosial, SMS, komentar situs web, bahkan hasil pencarian Google.

Jadi, bagaimana supaya bisa mengenali spam biasa dan yang membawa ancaman?

Sebelum memberikan contoh, kami akan jelaskan ciri-ciri spam dan phishing supaya lebih mudah membedakannya.

SpamPhishing
Pengirim biasanya adalah agensi pemasaran atau newsletter.Pelaku mencoba meniru pihak tertentu, Google, WordPress, bank, dll.
Isi email hanya untuk menarik perhatian penerimanya dengan penawaran atau diskon.Gaya bahasanya mendesak dan mengancam agar penerima mengambil tindakan saat itu juga.
Kemungkinan kesalahan lebih ejaan kecil.Sering ditemukan kesalahan ejaan dan gramatikal, terutama dalam bahasa Inggris.
Jenis tautan yang dibawa mengarahkan ke situs web bisnis atau nomor telepon tim pemasaran.Membawa tautan berbahaya, misalnya halaman login palsu atau situs web yang memuat malware.

Contoh Spam vs Phishing

Supaya lebih jelas memahami perbedaan spam dan phishing, silakan lihat contoh-contohnya.

Di bawah ini adalah salah satu contoh email spam:

contoh spam vs phishing

Selain itu, spam juga sering dikirim melalui pesan media sosial:

contoh spam media sosial

Bisa Anda lihat bahwa pesan spam tidak bersifat mendesak.

Di sisi lain, phishing menghadirkan ketakutan, sehingga membuat Anda lupa mengecek ulang, kemudian mengikuti instruksi pelaku. 

Contohnya seperti ini:

contoh phishing email
Baca Juga: Jasa Cyber Security Terbaik untuk Perusahaan di Indonesia

Ketika Anda panik dan memberikan kredensial PayPal, akun Anda mungkin akan segera diambil alih oleh pelaku.

Dampak bagi Bisnis

Setiap hari ada lebih dari 100 juta spam dikirim dan 85% targetnya adalah organisasi/perusahaan – Phising.org

Spam dan phishing jelas tidak boleh diremehkan oleh perusahaan. 

Oke, anggap saja spam yang memuat iklan itu tidak terlalu berbahaya. Dampaknya cuma membuat kotak masuk email bisnis Anda penuh.

Akan tetapi, spam yang membawa phishing bisa sangat merugikan jika ada salah satu karyawan di perusahaan Anda “menggigit” umpannya.

Phishing bertanggung jawab atas terganggunya produktivitas, kehilangan data, serta kerusakan reputasi.

Infografis spam vs phishing di bawah ini akan merangkum poin-poin penting perbedaan keduanya:

infografis spam vs phishing

Upaya Pencegahan Spam dan Phishing di Perusahaan

Kesimpulannya, phishing memang lebih berbahaya daripada spam. Kendati demikian, bukan berarti Anda bisa menyepelekan risiko spam begitu saja.

Supaya perusahaan Anda tidak terkena dampak apa pun, implementasikan strategi spam vs phishing security

Bagaimana caranya? Edukasi karyawan, selalu update sistem dan perangkat lunak, serta gunakan Cisco Umbrella sebagai solusi cyber security.

Cisco Umbrella dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap malware, ransomware, phishing, dan ancaman lainnya.Jika ingin menanyakan hal lain terkait spam vs phishing atau berkonsultasi untuk pemasangan Cisco Umbrella, silakan hubungi Edavos dengan mengeklik banner.

Suka Artikel Ini?

Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik mengenai Security, ayo bergabung di Newsletter Edavos.

Leave a Comment